Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sri Mulyani Lengser Jadi Menteri Keuangan! Jejak Panjang Sang Srikandi Fiskal dari SBY Hingga Prabowo, Kini Kena Reshuffle

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 10:20 WIB | Oleh:
Sri Mulyani Lengser Jadi Menteri Keuangan! Jejak Panjang Sang Srikandi Fiskal dari SBY Hingga Prabowo, Kini Kena Reshuffle Doc: Instagram/@smidrawati
Ket. Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan

JAKARTA - Sri Mulyani Indrawati, sosok perempuan tangguh yang selama ini dikenal sebagai “Srikandi Fiskal Indonesia”, akhirnya harus melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Per Senin (8/9/2025), kursi panas yang Sri Mulyani duduki resmi berpindah tangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pergantian ini sontak jadi sorotan besar, mengingat rekam jejak Sri Mulyani yang begitu panjang dan penuh catatan bersejarah.Sejak awal karier, Sri Mulyani memang bukan tokoh sembarangan. Ia pertama kali dipercaya menduduki kursi Menteri Keuangan pada (5/12/2005) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappenas. Saat itu, Sri Mulyani langsung mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya perempuan yang pernah menjabat posisi tersebut dalam sejarah Indonesia.Pada 2008, Sri Mulyani kembali mencatat sejarah ketika ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Menko Perekonomian menggantikan Boediono yang dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun, pada (1/6/2010), ia memilih jalan baru dengan menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebuah posisi prestisius yang jarang diraih tokoh Indonesia.Perjalanan Sri Mulyani tidak berhenti di situ. Presiden Joko Widodo kemudian memboyongnya pulang untuk kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada (27/7/2016). Dari sinilah reputasi Sri Mulyani makin meroket. Ia bahkan sempat menyabet gelar Menteri Keuangan terbaik di dunia, sebuah pengakuan internasional yang mengangkat nama Indonesia di panggung global.Tidak hanya sekali, pada (23/10/2019), ia kembali dipercaya duduk di kursi yang sama di periode kedua pemerintahan Jokowi–Ma’ruf Amin. Bahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani masih dianggap sosok yang tak tergantikan. Pada (21/10/2024), ia dilantik lagi sebagai Menkeu, memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh dan kepercayaan politik yang ia miliki.Dari sisi pendidikan, perempuan kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962, ini merupakan lulusan Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi. Ia melanjutkan pendidikannya hingga meraih gelar Master dan Doktor di bidang Ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat.Di balik semua itu, Sri Mulyani dikenal sebagai figur reformis. Ia sukses menjaga stabilitas makroekonomi saat badai pandemi COVID-19, mempertahankan kebijakan fiskal yang disiplin, dan mendorong reformasi besar-besaran di tubuh Kementerian Keuangan. Tidak sedikit yang menilai, tanpa kehadiran Sri Mulyani, wajah kebijakan fiskal Indonesia tidak akan pernah sama.Kini, dengan lengsernya Sri Mulyani, muncul pertanyaan, apakah Purbaya Yudhi Sadewa mampu melanjutkan jejak langkah “Srikandi Fiskal” ini, atau justru membuka babak baru yang sama sekali berbeda?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.