Setelah 'Climate Tipping Point' Terlampaui, Bisakah Bumi Kembali Pulih?
📅 Senin, 20 Okt 2025, 07:11 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: DAVID GRAY / AFP
SAAT ini Bumi menurut laporan Global Tipping Points 2025, bumi telah mencapai titik kritis Iklim atau climate tipping point, yaitu batas ambang perubahan di dalam sistem Bumi seperti atmosfer, laut, es, atau ekosistem darat di mana perubahan kecil tambahan dapat memicu perubahan besar, cepat, dan sering kali tak bisa dibalikkan (irreversible).
Sementara rekor iklim terus dipecahkan, dampak kumulatif dari perubahan ini juga dapat menyebabkan bagian-bagian fundamental sistem Bumi berubah secara dramatis. ‘Titik kritis’ perubahan iklim ini merupakan ambang batas kritis yang, jika terlampaui, dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah.
Apa itu titik kritis iklim?
Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), titik kritis adalah ‘ambang batas kritis dalam suatu sistem yang, jika terlampaui, dapat menyebabkan perubahan signifikan dalam keadaan sistem, seringkali dengan pemahaman bahwa perubahan tersebut tidak dapat diubah.’
“Intinya, titik kritis iklim adalah elemen-elemen sistem Bumi di mana perubahan kecil dapat memicu siklus penguatan yang ‘mengubah’ suatu sistem dari satu keadaan stabil ke keadaan yang sangat berbeda,” dikutip dari laman European Space Agency (ESA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya, kenaikan suhu global akibat pembakaran bahan bakar fosil, di kemudian hari, memicu perubahan seperti hutan hujan yang berubah menjadi sabana kering. Perubahan ini didorong oleh siklus umpan balik yang terus berulang, bahkan jika faktor pendorong perubahan dalam sistem tersebut berhenti. Sistem dalam hal ini hutan dapat tetap ‘terbalik’ meskipun suhu kembali turun di bawah ambang batas.
Pergeseran dari satu kondisi ke kondisi lainnya ini mungkin membutuhkan waktu puluhan tahun atau bahkan berabad-abad untuk menemukan kondisi baru yang stabil. Namun, jika titik kritis sedang dilewati sekarang, atau dalam dekade mendatang, dampak penuhnya mungkin baru akan terasa ratusan atau ribuan tahun kemudian. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!