Rusia Berharap Bantuan Militer Tiongkok, Bagaimana Sikap Beijing?
📅 Selasa, 14 Mar 2023, 14:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/AP
Michael A. Allen, Boise State University
Menurut sumber informasi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang dibuka ke publik pada akhir Februari 2023, Cina tengah mempertimbangkan untuk mengirim senjata, amunisi, dan drone (pesawat militer tanpa awak) ke Rusia.
Bantuan militer dari Cina ini nantinya akan secara langsung mendukung Rusia dalam perang di Ukraina.
Pengungkapan informasi tersebut, yang muncul kurang dari sebulan setelah Angkatan Laut AS menembak jatuh balon udara milik Cina yang diduga digunakan sebagai alat mata-mata, semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Cina.
Kabar tersebut juga muncul ketika saat ini Rusia menghadapi pembengkakan "biaya" perang di Ukraina - baik secara finansial maupun nyawa manusia. Kesulitan ini pun telah mendorong pemerintah Rusia untuk mencari segenap bantuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rusia sudah berusaha mendapatkan bantuan senjata dan dukungan militer lainnya dari beberapa sekutunya, seperti Korea Utara dan negara tetangganya, Belarus. Rusia juga beralih ke negara netral, seperti India dan Cina, supaya bisa menjual minyak dan gas guna menghasilkan lebih banyak uang.
Cina memang belum secara terbuka mengumumkan keputusan untuk memberikan bantuan militer ke Rusia.
Saya adalah seorang akademisi hubungan internasional yang fokus pada isu terkait meningkatnya persaingan antara AS dan Cina. Berdasarkan penelitian saya, saya yakin Rusia akan menerima bantuan apa pun yang akan ditawarkan Cina. Keputusan Cina perihal apakah akan terlibat dalam perang Ukraina akan diperhitungkan dengan sangat hati-hati. Ini termasuk memperhitungkan potensi keuntungan jangka panjang, risiko, dan pengaruh kekuatan negara Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, menurut saya, pilihan Cina untuk mendukung Rusia atau tidak, utamanya akan bermuara pada dua pertimbangan: bagaimana konflik Ukraina akan mempengaruhi citra Cina secara keseluruhan dalam panggung politik dunia, dan kepentingan Cina dalam menginvasi Taiwan.
Sikap Resmi Cina
Bantuan militer besar-besaran dalam perang tidaklah murah. AS memberikan bantuan lebih dari US$75 miliar (Rp 1,15 triliun) untuk Ukraina pada tahun 2022. Namun, meski biayanya bisa masif, Cina tetap mempertimbangkan untuk memasok perangkat militer kepada Rusia. Ada beberapa alasan untuk pertimbangan ini.
Secara ekonomi, kepentingan Cina di Rusia meliputi uang, sumber energi, dan peluang perdagangan.
Selama Perang Dingin, AS berhasil mendorong perpecahan antara kedua negara itu. Namun, setelah Perang Dingin berakhir, Rusia dan Cina justru semakin dekat dan menjadi saling terhubung secara ekonomi.
Sejak Rusia pertama kali melakukan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, Cina berusaha mempertahankan sikap netralitas "pro-Rusia". Artinya, Cina secara resmi menyatakan bersikap netral dan tidak ikut campur dalam konflik tersebut, tetapi para pejabat pemerintahnya masih menggemakan narasi dan propaganda perang yang dibuat Rusia, sembari mengabaikan pesan-pesan Ukraina kepada dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!