Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI-Uni Eropa Buat Kajian Strategis Perkuat Investasi

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 10:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI-Uni Eropa Buat Kajian Strategis Perkuat Investasi Doc: ANTR/HO-BKPM
Ket. Kajian strategis antara Indonesia dan Uni Eropa guna meningkatkan kerja sama investasi.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia meluncurkan kajian strategis Attraction Plan for EU Investment in Indonesia untukmeningkatkan kerja sama investasi.Kajian strategis tersebut diluncurkan di Jakarta, Kamis (25/4), oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan, Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Laksmi Kusumawati, serta Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi

"Uni Eropa adalah sumber investasi asing terbesar keempat di Indonesia dalam lima tahun terakhir," kata Deputi Nurul di Jakarta, Sabtu (27/4).



Menurut dia peluang untuk menarik investasi dari Uni Eropa masih sangat besar, mengingat Uni Eropa merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia dan Indonesia adalah kekuatan ekonomi serta pasar terbesar di Asia Tenggara.

Kajian ini memainkan peran penting dalam mencapai tujuan dan target investasi strategis kami, sekaligus secara mewujudkan visi pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih luas.

Ia mengatakan kajian yang dibuat melalui kemitraan dengan ARISE+ tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan menarik gelombang baru investasi berkelanjutan dari Uni Eropa ke Indonesia.

Menurut dia, kajian ini secara strategis menyelaraskan kekuatan kompetitif dan penawaran investasi Indonesia dengan prioritas perusahaan-perusahaan Uni Eropa di bidang energi terbarukan, ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), elektronik, ekonomi hijau, ekonomi biru, serta kota cerdas (smart city).

Di sisi lain Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi menyampaikan kajian yang diinisiasi oleh Kementerian Investasi tersebut bisa menarik investor dari Uni Eropa untuk menambah alokasi dana, serta meningkatkan intensitas kerja sama.

"Kajian ini juga akan memperkuat upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Uni Eropa untuk memobilisasi investasi di Indonesia, termasuk melalui European Investment Bank dan melalui pendekatan Team Europe yang melibatkan lembaga-lembaga keuangan dari negara-negara anggota Uni Eropa," ujarnya.

Menurut dia dalam kajian strategis tersebut, dipresentasikan keseluruhan kerangka kerja investasi, termasuk temuan utama sektor-sektor prioritas, serta strategi yang akan mendukung implementasinya bagi keberlangsungan investasi di Indonesia dan Uni Eropa.

Selama periode 2019-2023, realisasi investasi dari negara-negara anggota Uni Eropa di Indonesia mencapai 12,1 miliar dolar AS. Belanda menjadi pemasok utama yakni sebesar 8,2 miliar dolar AS atau 68,1 persen.

Tiga sektor terbesar untuk realisasi tersebut yaitu listrik, gas dan air sebesar 23 persen, komunikasi dan logistik 16 persen, serta industri kimia dan farmasi 12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.