Revitalisasi Danau Mas Harun Bastari Dikebut, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Wajah Baru Destinasi Wisata
📅 Kamis, 09 Apr 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisREJANG LEBONG – Revitalisasi Danau Mas Harun Bastari menjadi langkah strategis untuk mengembalikan daya tarik destinasi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Penurunan kualitas fasilitas, aksesibilitas, dan pengelolaan berpotensi mengurangi minat wisatawan, terutama di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat.
Secara analitis, pembenahan infrastruktur, penataan kawasan, serta penguatan konsep wisata berbasis pengalaman dan kearifan lokal menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah.
Tanpa revitalisasi yang terarah, potensi ekonomi dari sektor pariwisata—termasuk penciptaan lapangan kerja dan perputaran usaha lokal—berisiko tidak optimal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mulai mematangkan rencana revitalisasi Obyek Wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) guna meningkatkan daya tarik destinasi unggulan di wilayah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja di Rejang Lebong, Kamis (9/4), mengatakan bahwa langkah tersebut diambil mengingat tingginya animo wisatawan yang berkunjung ke DMHB, terutama pada masa libur panjang, namun belum didukung dengan fasilitas yang memadai.
"DMHB memiliki potensi besar yang belum maksimal. Lokasinya strategis di jalur lintas Curup–Lubuklinggau, udaranya sejuk, dan panorama alamnya sangat terbuka. Ini modal kuat bagi pariwisata kita," katanya.
Keunggulan DMHB terletak pada paket wisata yang ditawarkan. Selain pemandangan danau, kawasan itu berdekatan dengan destinasi favorit lain yakni Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, katanya menambahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembenahan fasilitas wisata tersebut diharapkannya dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga berdampak langsung pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan menjelaskan, bahwa pemerintah daerah setempat telah memiliki master plan atau rencana induk pengembangan DMHB, namun realisasinya belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir.
Sesuai instruksi Plt Bupati, menurut dia, Dinas Pariwisata Rejang Lebong akan memulai proses pematangan program secara komprehensif pada tahun 2026.
"Plt Bupati menginstruksikan agar rencana pengembangan DMHB dimatangkan sejak tahun 2026 ini, sehingga pada tahun 2027 pembangunan fisik sudah bisa dilaksanakan di lapangan," kata Riki.
Terkait kontribusi finansial, ia mengatakan saat ini realisasi PAD dari DMHB baru mencapai angka Rp31 juta dari target tahunan sebesar Rp300 juta. Dirinya optimistis, melalui revitalisasi total, angka kunjungan akan meningkat signifikan dan target PAD akan lebih mudah tercapai.
Menurut dia, upaya itu juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) Rejang Lebong sebagai Kabupaten Wisata. Pemerintah daerah bertekad menjadikan regulasi tersebut sebagai landasan langkah nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!