Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Regulator Menyita dan Menjual Aset First Republic Bank

📅 Rabu, 03 Mei 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Regulator Menyita dan Menjual Aset First Republic Bank Doc: ISTIMEWA
Ket. JOE BIDEN Presiden AS - Tindakan ini memastikan bahwa sistem perbankan aman dan sehat.

» JPMorgan akan membayar 10,6 miliar dollar AS kepada FDIC untuk mengendalikan sebagian besar aset bank.

» Otoritas Keuangan di Indonesia Harus Memastikan Sektor Perbankan Tidak Terdampak

WASHINGTON - Regulator Amerika Serikat (AS) menyita First Republic Bank dan menjual asetnya ke JPMorgan Chase & Co, pada Senin (1/5). Penyitaan dan penjualan itu merupakan kesepakatan untuk menyelesaikan kegagalan bank AS terbesar sejak krisis keuangan 2008 dan menghentikan gejolak perbankan berkepanjangan.

First Republic adalah salah satu pemberi pinjaman regional AS yang paling terpukul oleh krisis kepercayaan di sektor perbankan pada Maret, ketika deposan melarikan diri secara massal dari bank kecil ke raksasa seperti JPMorgan, karena mereka panik atas runtuhnya dua bank AS lainnya.

Bank telah tertatih-tatih sejak saat itu, tetapi investor melarikan diri lagi minggu lalu, ketika mengungkapkan lebih dari 100 miliar dollar AS arus keluar pada kuartal pertama dan rencana untuk menjajaki opsi baru.

Hampir seminggu kemudian, regulator California, pada Senin (1/5), menyita First Republic dan memasukkannya ke dalam kurator FDIC sambil menjual asetnya, menandai kegagalan bank besar AS ketiga dalam dua bulan dan yang terbesar sejak Washington Mutual pada tahun 2008.

Saham JPMorgan naik 2,0 persen pada Senin (1/5), sementara saham bank kelas menengah turun dan Indeks Perbankan Regional KBW ditutup turun 2,7 persen. "Pemegang saham First Republic akan terhapus dalam transaksi tersebut," kata analis Wedbush.

Saham bank jatuh 43,3 persen dalam perdagangan premarket pada Senin sebelum dihentikan.

JPMorgan akan membayar 10,6 miliar dollar AS kepada Federal Deposit Insurance Corp (FDIC) AS sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengendalikan sebagian besar aset bank yang berbasis di San Francisco itu dan mendapatkan akses ke basis nasabah kaya yang didambakan First Republic.

"Pemerintah mengundang kami dan yang lainnya untuk melangkah, dan kami melakukannya," kata Jamie Dimon, Ketua dan CEO JPMorgan, yang juga menjadi pemain kunci dalam krisis keuangan 2008 dan membeli Bear Stearns dalam penyelamatan akhir pekan.

Kesepakatan itu akan membebani Deposit Insurance Fund FDIC sekitar 13 miliar dollar AS, menurut perkiraan awal regulator.

Presiden AS, Joe Biden, memuji kesepakatan untuk melindungi deposan tanpa membuat pembayar pajak membayar tagihan. Dia mengulangi seruannya untuk pengaturan dan pengawasan bank yang lebih kuat.

"Tindakan ini memastikan bahwa sistem perbankan aman dan sehat," kata Biden dalam sebuah acara di Gedung Putih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.