Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PTDI Siapkan SDM Penerbangan Andal Topang Bandara Bali Utara

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 13:21 WIB | Oleh:
PTDI Siapkan SDM Penerbangan Andal Topang Bandara Bali Utara Doc: ANTARA/HO-PT BIBU Panji Sakti
Ket. Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Marsekal Muda (Purn) Gita Amperiawa berpose bersama dengan CEO PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Admiko Hariwibowo serta jajaran Penglingsir Puri se-Bali saat pertemuan membahas kerja sama pembangunan aviasi di Bali.

DENPASAR, BALI - PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan yang andal di Bali untuk menopang Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Dalam keterangannya di Denpasar, Jumat, Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Marsekal Muda (Purn) Gita Amperiawa saat menerima kunjungan dari jajaran PT. BIBU Panji Sakti, Pemerkasa Bandara Internasional Bali Utara serta para Penglingsir Puri se-Bali menjelaskan mulai awal tahun 2026 mendatang, pihaknya bekerja sama dengan beberapa Universitas di Bali untuk menyiapkan SDM yang unggul salah satunya menyambut Bandara baru di Bali Utara.

“Kami ingin agar SDM asal Bali menjadi pelopor dalam industri aviasi Nusantara. Moto kami: Dari Bali Utara, untuk Nusantara, bersama Dirgantara,” ujar Gita.

Sebagai langkah konkret, PTDI telah menemui enam rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali untuk menjalin kerja sama dalam pembentukan kurikulum dan pelatihan SDM di sektor aviasi.

Dalam pertemuan tersebut disepakati akan dilakukan penyesuaian kurikulum di beberapa program studi agar mahasiswa di Bali memiliki peluang langsung masuk ke pasar kerja industri aviasi nasional.

Menurut dia, industri penerbangan adalah industri yang sangat menuntut presisi, disiplin, dan keterampilan tinggi. Karena itu, pendidikan untuk menunjang industri tersebut tidak boleh dianggap biasa saja.

“Bayangkan, seorang sarjana lulusan S1 masih harus menempuh sekitar 800 jam pelajaran tambahan untuk bisa masuk ke industri ini hanya 70 jam teori, sisanya 730 jam adalah praktik," katanya.

Gita Amperiawan menjelaskan keberadaan Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi trigger pertumbuhan industri penerbangan nasional secara signifikan.

Menurutnya, bandara di Bali Utara akan membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian tengah dan timur - wilayah yang selama ini menunggu pemerataan infrastruktur transportasi udara.

“Kehadiran Bandara Internasional Bali Utara akan menjadi pemicu kebangkitan industri penerbangan Indonesia. Karena itu, PTDI berkomitmen tidak hanya dalam aspek teknologi dan manufaktur, tetapi juga dalam penyiapan sumber daya manusia yang unggul di bidang dirgantara,” ujar Gita Amperiawan.

Sementara itu, CEO PT. BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Admiko Hariwibowo mengatakan pertemuan dengan PT. Dirgantara Indonesia terkait bagaimana proyek Bandara Internasional Bali Utara bukan semata proyek fisik, melainkan gerakan besar untuk membangkitkan pemerataan ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan nasional.

Baca juga: Dirut PTDI dianugerahi lencana kehormatan bangun aviasi Bali Utara

“BIBU adalah proyek dengan jiwa. Ia lahir dari kebutuhan akan keseimbangan pembangunan, tetapi tumbuh dengan semangat kebangsaan,” kata Erwanto.

PT. BIBU Panji Sakti menyebutkan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, yang akan dibangun di kawasan Kubutambahan, Buleleng, berlandaskan pada kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.