Proyek Transportasi Massal Modern Berkelanjutan Surabaya-Sidoarjo Bernilai Rp 3,6 Trilliun Siap Dilelang Tahun Depan
📅 Kamis, 14 Nov 2024, 10:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, baru-baru ini mengungkapkan, Jatim kini menjadi satu-satunya provinsi yang telah memiliki dokumen Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) Gerbangkertasusila Plus, yang meliputi Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan-Tuban-Bojonegoro-Jombang.
Kemajuan sektor transportasi Jawa Timur menapakkan babak sejarah baru dengan disahkannya dokumen Gerbangkertasusila Plus.
"Dokumen ini sangat penting sebagai landasan untuk realisasi perencanaan jaringan transportasi di wilayah Gerbangkertasusila Plus baik untuk Surabaya Regional Railway Line (SRRL), Mass Rapid Transit (MRT), Kereta Rel Listrik (KRL), Autonomous Rail Rapid Transit (ART), Bus Rapid Transit (BRT)," ujarnya Rabu (13/11).
Menurut Nyono dokumen SUMP Gerbangkertasusila Plus ini sudah terkoneksi dan tersimpan dalam blueprint Bappenas dan menjadi payung hukum baik pembiayaan dalam maupun luar negeri.
“SUMP ini sangat krusial dan menjadi tapakan babakan baru untuk realisasi konektivitas transportasi di wilayah Gerbangkertasusila Plus. SUMP ini telah masuk dalam blueprint Bappenas, dan menjadi dasar hukum dan payung untuk dukungan pembiayaan baik dari nasional maupun dari asing,” tegas Nyono.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dan SUMP ini disahkan di November 2022, saat masa kepemimpinan Gubernur Khofifah. Dan tahun depan di tahun 2025 insya Allah akan mulai lelang Konsultan DED, sedangkan lelang fisik dimulai tahun 2026 dan diperkirakan selesai pada tahun 2028,” imbuh Nyono.
Lebih lanjut Nyono menjelaskan untuk SUMP Gerbangkertasusila Plus ini sudah dilakukan kerjasama pembiayaan dengan Kreditansalt fur Wiederaufbau (KfW) yang merupakan bank pembangunan dan investasi Jerman.
Dalam dokumen SUMP, ada sejumlah perencanaan angkutan massal. Mulai dari Mass Rapid Transit (MRT) untuk wilayah Surabaya barat ke timur dari Unesa sampai ke ITS. Melintas Wonokromo dan Gubeng.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian juga ada Autonomous Rail Rapid Transit (ART) untuk rute ITS, Pasar Turi hingga Bangkalan. Kemudian ada SRRL untuk Surabaya menuju Sidoarjo, dan juga ada BRT yang sudah realisasi di Surabaya dan juga ada Trans Jatim.
“Nah dari Bank Pembangunan Jerman (KfW) telah mendanai proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) rute Surabaya-Sidoarjo dengan nilai 3,6 Trilliun,” tegasnya.
Proyek kereta listrik Surabaya Regional Railway Line (SRRL) rute Surabaya-Sidoarjo ini dipastikan akan segera dimulai.
Rute kereta listrik SRRL Surabaya-Sidoarjo yang segera mulai lelang ini merupakan fase pertama dari proyek besar Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) di wilayah Gerbangkertasusila tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2029.
Surabaya Metropolitan Area meliputi pembangunan jalur ganda Mojokerto – Sepanjang pada 2021 – 2024, Surabaya Regional Railway Line (SRRL) double track Fase 1A Gubeng – Sidoarjo pada 2025-2027, Autonomous Rail Rapid Transit (ART), serta Mass Rapid Transit (MRT).
“Sejatinya proyek angkutan masaal ini dilakukan di enam kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya, Medan, Ujung Pandang, Semarang, Bandung, Denpasar. Tapi dari enam kota besar itu, baru Jatim yang memiliki dokumen SUMP,” tegas Nyono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!