Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Blokade Selat Hormuz: Iran Tarik 'Pajak' 2 Juta Dolar, Donald Trump Murka

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Blokade Selat Hormuz: Iran Tarik 'Pajak' 2 Juta Dolar, Donald Trump Murka Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi Selat Hormuz, Iran.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan sepihak Iran yang mulai menarik pungutan besar terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. 

Langkah Teheran yang mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp33,8 miliar per kapal tersebut dinilai memperkeruh situasi keamanan di jalur vital pengiriman energi global. Ketegangan ini merupakan buntut panjang dari aksi saling serang antara militer AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari lalu, yang kini memicu blokade de facto serta ancaman lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional.

Sebelumnya, anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi menyatakan Iran ingin melegalkan pungutan bagi kapal yang melintas di selat tersebut.

Pada 24 Maret, Bloomberg melaporkan bahwa Iran sudah mulai mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp33,8 miliar) bagi kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

"Seharusnya mereka tak bisa melakukan itu, tetapi mereka sedang melakukannya sedikit," kata Trump kepada wartawan saat ditanya mengenai kebijakan tersebut.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Kondisi itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut dan mendorong kenaikan harga di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.