Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Gemar Makan Ikan dan Tanam Cabai bagi Masyarakat Kota Banjarmasin

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 23:05 WIB | Oleh:
Program Gemar Makan Ikan dan Tanam Cabai bagi Masyarakat Kota Banjarmasin Doc: Antara
Ket. Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR bersama unsur Forkopimda pada kegiatan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemar Ikan) sekaligus penanaman dan pembagian bibit cabai, terpusat di Pendopo DKP3 Benua Anyar Banjarmasin, Rabu (13/8/2025).

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggalakkan program gemar makan ikan dan menanam cabai bagi masyarakat agar sehat dan pangan terpenuhi.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan program gemar memakan ikan salah satunya juga untuk pencegahan stunting.

Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kota Banjarmasin tahun 2023 dan 2024 stagnan di angka 26,5 persen atau sekitar 1.200 anak.

Upaya untuk menangani kasus stunting atau anak gagal tumbuh karena kekurangan gizi tersebut pada 2025 dengan program gemar makan ikan.

"Pentingnya mengkonsumsi ikan juga bukan sekadar memakan, tetapi bagaimana mereka bisa melestarikan dan mengembangbiakan ikan-ikan yang ada di Kota Banjarmasin untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Menurut dia, pentingnya terus melestarikan populasi ikan di kota ini untuk pemenuhan gizi anak terhadap pencegahan stunting.

"Ini juga jadi langkah nyata dalam mendukung program pencegahan stunting. Tak hanya soal kecukupan gizi, tetapi bagaimana pola hidup sehat yang dimulai dengan rutin mengkonsumsi ikan," ujarnya.

Menurut Yamin, upaya Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin terus mensosialisasikan gerakan gemar memakan ikan, sekaligus memberikan bantuan bibit bagi kelompok pembudidaya ikan dan pelepasan bibit ikan di sungai.

Kemudian juga yang terlebih penting saat ini, kata Yamin, untuk pemenuhan kebutuhan pangan di komoditas cabai, hingga digalakkan juga penanaman di pekarangan rumah masyarakat, karena sejumlah komoditas pangan memang mengalami lonjakan harga yang signifikan, terutama cabai.

Dia ingin gerakan ini dapat dijalankan secara kolektif dan masif, serta juga meminta masyarakat dan guru-guru agar dapat mengedukasi pelajar untuk melakukan penanaman atau penghijauan baik di sekolah maupun tempat tinggalnya masing-masing.

"Tidak sebatas cabai, silahkan tanaman yang lainnya. Ini semua tentu sebagai dorongan dari kita agar anak-anak dan masyarakat kita bisa sejahtera," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.