Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Subianto Pastikan Subsidi BBM Tetap untuk Rakyat Kecil

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 21:20 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Subianto Pastikan Subsidi BBM Tetap untuk Rakyat Kecil Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Cikini, Jakarta, Senin (6/4/2026). Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, meski minyak mentah dunia tengah bergejolak imbas perang di Timur Tengah.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi 80 persen rakyat Indonesia, khususnya kelompok masyarakat tidak mampu, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Dalam Taklimat Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Jakarta, Rabu (8/4), Kepala Negara menginstruksikan agar perlindungan terhadap ekonomi rakyat kecil tetap menjadi prioritas utama, sementara kelompok masyarakat mampu diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi sesuai harga pasar.

"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Rabu.

Adapun untuk kelompok masyarakat yang mampu, Prabowo mengatakan mereka bisa membeli BBM nonsubsidi. "Orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar," ucapnya.

Prabowo memastikan bahwa pasokan energi untuk masyarakat tetap aman di tengah situasi panas konflik Timur Tengah dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz.

Selain mencari sumber alternatif pasokan, Indonesia juga memanfaatkan kekayaan alam di dalam negeri untuk menjamin ketahanan energi.

"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain. Selain, kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat," ujar Prabowo.

Kepala Negara menuturkan Indonesia dikaruniai tanah subur dan sumber daya alam yang melimpah.

Dari dalam tanah, Indonesia memiliki batu bara yang bisa diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti minyak dan gas. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, jagung, hingga singkong juga dapat menjadi sumber energi alternatif.

"Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung," ucapnya. 

Meski tetap tenang, pemerintah senantiasa bekerja keras untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat.

Bahkan, kata Kepala Negara, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah agar Indonesia dapat bertahan di tengah gejolak global.

"Pak Bahlil (Menteri ESDM) bilang aman. Tenang, aman, tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai. Tidak. Kita bekerja, kita waspada," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.