Prabowo Targetkan Kemandirian Ekonomi Indonesia di Usia 80 Tahun Kemerdekaan
📅 Senin, 04 Agu 2025, 14:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri secara ekonomi, seiring dengan peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia bulan ini. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Prabowo menyebut usia 80 tahun sebagai tonggak bersejarah dalam perjalanan bangsa menuju kedaulatan ekonomi.
"Yang dimaksud kemandirian ekonomi adalah menciptakan ruang bagi rakyat untuk tumbuh, mengambil langkah-langkah strategis menuju kedaulatan ekonomi, memperkuat nilai-nilai gotong royong dan keadilan sosial seperti yang tercantum dalam Pancasila," kata Prabowo akhir pekan lalu.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi seluruh elemen bangsa dalam upaya membangun negara. Menurutnya, pembangunan nasional tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, melainkan membutuhkan kerja bersama dari seluruh rakyat.
Sejak resmi menjabat pada Oktober tahun lalu, Prabowo telah meluncurkan berbagai kebijakan ekonomi untuk mendorong pertumbuhan nasional. Mantan jenderal TNI itu menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 8 persen selama masa jabatannya, angka yang jauh di atas rata-rata pertumbuhan alami Indonesia sebesar 5 persen. Untuk mewujudkannya, ia mengandalkan sejumlah inisiatif baru.
Salah satu andalan pemerintah adalah dana kedaulatan negara bernama Danantara, yang diklaim dapat memiliki aset lebih dari 1 triliun dolar AS. Dana ini mengelola berbagai BUMN dan telah bekerja sama dengan sejumlah institusi luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo juga telah menghapus utang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor yang dianggap sebagai penggerak utama ekonomi karena menyumbang sekitar 61 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha kecil dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.
Pemerintah juga kini mewajibkan para eksportir sumber daya alam untuk menyimpan hasil ekspor mereka di dalam negeri atau di sistem keuangan nasional setidaknya selama satu tahun. Prabowo memperkirakan langkah ini akan menambah cadangan devisa nasional setidaknya sebesar 80 miliar dolar AS tahun ini.
Pada akhir Februari lalu, Prabowo meluncurkan bank emas batangan pertama di Indonesia. Pemerintah meyakini kehadiran bank emas ini dapat mendorong PDB Indonesia hingga sebesar Rp245 triliun, atau setara dengan hampir 15 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah berikutnya adalah peluncuran 80.081 koperasi desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memotong rantai distribusi pangan dengan menghilangkan peran tengkulak. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh harga bahan pangan yang lebih terjangkau.
Program unggulan lain yang tengah dijalankan Prabowo adalah pembangunan perumahan secara masif. Ia menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah terjangkau setiap tahunnya untuk mengatasi backlog perumahan. Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, menyebut sektor perumahan memiliki 185 keterkaitan dengan sektor ekonomi lainnya seperti semen, listrik, lampu, televisi, dan sebagainya.
Menurut Hashim, program perumahan ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar satu hingga dua persen per tahun. Selain menyediakan hunian layak, program ini juga diharapkan menciptakan efek domino pada sektor industri lain dan menyerap banyak tenaga kerja.
Dengan serangkaian langkah strategis tersebut, Prabowo tampak berupaya serius mewujudkan visinya menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri dan kuat secara ekonomi. Momentum 80 tahun kemerdekaan dijadikannya sebagai titik tolak menuju pembangunan yang lebih berdaulat dan berkeadilan sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!