Petugas Bersihkan Gereja di Tapteng dengan Alat Berat
📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 18:00 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TAPANULI TENGAH – Setelah sekian lama akhirnya Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan memaksimalkan alat berat guna membersihkan area Gereja Kristen Protestan Indonesia Hutanabolon di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
"Pembersihan itu dilakukan guna mempercepat pemulihan fasilitas umum agar kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Sabtu.
Asrul mengatakan dalam kegiatan itu dua unit buldozer dikerahkan untuk membersihkan material kayu, tanah, dan lumpur yang menutupi akses jalan serta area di sekitar gereja dan pinggir sungai tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan di sekitar gereja tersebut dikerahkan satu unit excavator digunakan untuk mengambil dan memuat material sirtu (pasir dan batu) yang dibutuhkan dalam pembangunan struktur jembatan Armco. Sementara itu, di sisi kanan gereja buldozer terus melakukan perataan serta pembersihan sisa material banjir sehingga kondisi lingkungan sekitar gereja semakin tertata.
"Hasil di lapangan menunjukkan material yang menghalangi akses menuju GKPI Hutanabolon sebagian besar telah terurai," ucapnya. Kapendam mengatakan pengerahan alat berat TNI AD dalam kegiatan ini tersebut bertujuan mempercepat proses normalisasi fasilitas umum yang terdampak banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya melalui dukungan excavator, buldozer, dan "dump truck" berupaya membantu pemerintah daerah dalam membersihkan material banjir. "Selain itu, memulihkan akses dan lingkungan sekitar gereja agar kembali aman dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Gelombang Tinggi di Sumut
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah perairan di Sumatera Utara masih berpotensi dilanda gelombang tinggi yang harus diwaspadai karena berisiko terhadap pelayaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Dasmian Sulviani di Medan, Sabtu, mengatakan pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan berkisar 04-25 knot.
Hal tersebut berdampak pada sejumlah perairan di Sumatera Utara mulai 17 hingga 19 Januari 2026 yang berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 Meter.
Gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, dan perairan barat Sumatra Utara.
Terkait adanya gelombang tinggi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar waspada khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil.
Berisiko terhadap keselamatan bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Christin Mori menyebutkan cuaca di sejumlah wilayah di Sumatera Utara umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada Minggu (18/1).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!