Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perusahaan Jerman Akan Beralih ke Hidrogen untuk Atasi Krisis Energi

📅 Sabtu, 31 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Perusahaan Jerman Akan Beralih ke Hidrogen untuk Atasi Krisis Energi Doc: ANTARA REUTERS/WOLFGANG RATTAY
Ket. Kanselir Jerman Olaf Scholz bersama Joachim Kreysing, Direktur Pelaksana Infraserv Hoechst, saat mengunjungi stasiun hidrogen untuk kereta api di Frankfurt, Jerman, 9 Agustus 2022.

KELHEIM - Sejak ekspor gas Russia ke Jerman pertama kali terganggu pada Juni, perusahaan Jerman, Kelheim Fibers, mulai mencari opsi alternatif untuk menjaga mesinnya tetap berjalan dengan beralih ke hidrogen.

"Kami ingin menjadi salah satu perusahaan besar pertama di Bavaria yang beralih ke hidrogen," kata Direktur Pelaksana Kelheim Fibers, Craig Barker, kepada Reuters seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/12).

Perusahaan yang berbasis di Bavaria itu, yang seratnya digunakan dalam segala hal mulai dari teh celup hingga tampon, akan dapat menggunakan minyak pemanas sebagai pengganti gas mulai pertengahan Januari.

Sisi negatifnya adalah akan meningkatkan emisi karbon dan untuk jangka panjang, perusahaan sedang mempertimbangkan untuk beralih ke hidrogen, yang merupakan sumber energi yang jauh lebih bersih asalkan diproduksi menggunakan tenaga terbarukan.

"Biaya energi mencapai lebih dari 60-70 persen dari biaya variabel perusahaan, menyalip bahan baku utamanya," kata Barker.

Kelheim Fibers adalah salah satu dari banyak perusahaan kecil dan menengah yang membentuk tulang punggung ekonomi terbesar di Eropa, dan berusaha untuk mendiversifikasi bauran energi mereka untuk mempertahankan produksi.

Pengurangan pasokan gas Russia ke Jerman setelah invasi Moskwa ke Ukraina pada Februari, telah memaksa Berlin untuk mengaktifkan kembali atau memperpanjang umur pembangkit listrik tenaga batu bara sehingga membahayakan target emisi rumah kaca.

Namun, ekonom Ifo Klaus Wohlrabe mengatakan krisis pada akhirnya dapat mengarah pada produksi yang lebih hijau.

"Mengandalkan bahan bakar fosil untuk jangka panjang terbukti menjadi jalan yang berisiko. Jadi dalam jangka menengah, setidaknya perusahaan tidak punya pilihan selain melakukan reorientasi diri," kata Wohlrabe.

Bahas Impor Hidrogen

Barker menambahkan Kelheim Fibers yang sejauh ini telah memenuhi 85 persen kebutuhan energi dengan gas, sedang dalam pembicaraan dengan para pemangku kepentingan mengenai impor hidrogen dengan perkiraan konsumsi tahunan sekitar 30.000 ton, mulai tahun 2025.

"Kami benar-benar membutuhkan infrastruktur," katanya, seraya menambahkan pipa akan dibutuhkan untuk terhubung ke kilang Bayernoil Jerman dan pelabuhan untuk menutupi permintaan yang tidak dapat dipenuhi perusahaan dari hidrogen yang diproduksi di dalam negeri.

Awal bulan ini, Kementerian Urusan Ekonomi Jerman menyetujui pembangunan jaringan pipa hidrogen pertama di negara itu. Kementerian juga mengumumkan rencana aksi untuk mendukung perusahaan kecil dan menengah saat mereka beralih ke produksi netral iklim, termasuk memperluas infrastruktur hidrogen.

Lebih banyak diperlukan untuk mempercepat investasi dalam hidrogen, termasuk Undang-Undang Hidrogen untuk memotong birokrasi dan mengatur peningkatan hidrogen dengan cepat, kata asosiasi industri utilitas BDEW awal bulan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.