Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Dorong Diversifikasi Protein Hewani Berbasis Ikan

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Bapanas Dorong Diversifikasi Protein Hewani Berbasis Ikan Doc: Biro Humas Bapanas

GRESIK - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penguatan produksi perikanan sebagai sumber protein hewani berbasis ikan. Langkah ini menjadi bagian strategi diversifikasi pangan nasional.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, mengatakan ketersediaan dan stabilitas pasokan ikan harus terjaga. Produksi di tingkat hulu dinilai menentukan keseimbangan pasokan dan harga.

“Ikan merupakan sumber protein berkualitas yang perlu terus diperkuat konsumsinya sebagai bagian dari diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal,” ucap dia saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI di Gresik, Jawa Timur, Senin (23/2) lalu.

Menurut dia, penguatan tidak hanya dilakukan di hulu. Aspek hilir seperti jaminan keamanan pangan, pengembangan produk olahan, dan distribusi juga harus diperkuat.

Ia menilai sentra perikanan seperti Gresik memiliki peran penting bagi pasokan nasional. Produksi yang berkelanjutan akan berdampak pada peningkatan konsumsi dan perbaikan gizi masyarakat.

Luas lahan budidaya di Gresik tercatat 28.653,27 hektare. Lebih dari 20 ribu pembudidaya tersebar di 16 kecamatan.

Produksi ikan budidaya pada 2025 mencapai sekitar 160.439 ton dengan nilai Rp3,54 triliun. Komoditas bandeng menjadi andalan dengan produksi sekitar 90 ribu ton per tahun.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan kembalinya alokasi pupuk subsidi membawa optimisme bagi petambak. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan kembali produktivitas tambak.

“Dengan kembalinya alokasi subsidi ini, kami optimistis produktivitas bisa kembali optimal,” kata dia.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyebut kebutuhan pupuk budidaya perikanan telah masuk program subsidi nasional. Tahun ini dialokasikan sekitar 29.500 ton.

Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan menjaga produktivitas tambak. Sekaligus memperkuat basis protein ikan nasional

“Aspirasi dari Gresik sudah kami bahas dalam Panja Pupuk dan resmi masuk dalam program subsidi nasional. Tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan dialokasikan sekitar 29.500 ton secara nasional. Ini bentuk komitmen kami agar sektor perikanan tidak tertinggal,” kata Panggah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.