Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Iklim Bisa Renggut 14,5 Juta Jiwa

📅 Kamis, 18 Jan 2024, 02:35 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Bisa Renggut 14,5 Juta Jiwa Doc: AFP/Securite Civile
Ket. Dampak Perubahan Iklim | Seorang anggota tim SAR menggendong seorang anak saat terjadi banjir di utara Prancis pada 3 Januari lalu. Laporan WEF pada Selasa (16/1) menyebutkan bahwa ancaman perubahan iklim akan menyebabkan tambahan 14,5 juta kematian di seluruh dunia pada 2050.

DAVOS - Ancaman perubahan iklim akan menyebabkan tambahan 14,5 juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar 12,5 triliun dollar AS di seluruh dunia pada 2050, menurut laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang diterbitkan pada Selasa (16/1).

"Laporan tersebut, yang disusun bersama oleh WEF dan perusahaan konsultan Oliver Wyman, didasarkan pada skenario yang dikembangkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengenai kemungkinan besar kenaikan suhu rata-rata di planet ini, yaitu 2,5 hingga 2,9 derajat Celsius dibandingkan suhu pra-industri," demikian pernyataan dalam siaran pers WEF.

Laporan tersebut menganalisis enam dampak utama perubahan iklim yaitu banjir, kekeringan, gelombang panas, badai tropis, kebakaran hutan, dan kenaikan permukaan air laut.

Banjir saja diperkirakan menyebabkan 8,5 juta kematian pada 2050, yang merupakan risiko akut tertinggi kematian akibat perubahan iklim, menurut penelitian tersebut. Sementara kekeringan, sebagai penyebab utama kedua kematian terkait perubahan iklim, diperkirakan akan merenggut 3,2 juta jiwa.

Sebaliknya, gelombang panas diperkirakan akan menyebabkan kerugian ekonomi terbesar, diperkirakan sebesar 7,1 triliun dollar AS pada 2050.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa krisis iklim akan semakin memperburuk kesenjangan kesehatan global dan kelompok masyarakat yang paling rentan akan menjadi pihak yang paling menderita. Kawasan seperti Afrika dan Asia bagian selatan akan tetap rentan terhadap dampak perubahan iklim, karena terbatasnya sumber daya seperti infrastruktur dan peralatan medis penting.

WEF, dalam laporannya, meminta pemangku kepentingan global untuk mengambil tindakan tegas dan strategis untuk mengurangi emisi dan memitigasi dampak negatif perubahan iklim terhadap kesehatan.

"Kemajuan yang dicapai saat ini akan hilang kecuali langkah-langkah pengurangan emisi dan mitigasi yang penting ditingkatkan, dan tindakan global yang tegas diambil untuk membangun sistem kesehatan yang berketahanan iklim dan mudah beradaptasi," kata Dr Shyam Bishen, kepala Pusat Kesehatan dan Layanan Kesehatan serta anggota Eksekutif Komite di WEF. ST/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.