Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perdagangan ASEAN Panas! RI dan Jepang Bikin Gebrakan Baru

📅 Senin, 05 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perdagangan ASEAN Panas! RI dan Jepang Bikin Gebrakan Baru Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Petugas Karantina Kalsel saat memeriksa belasan ton udang beku yang akan diekspor ke Jepang melalui Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

JAKARTA – Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperkuat kerja sama perdagangan di wilayah ASEAN di tengah kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai bertemu dengan Menteri Keuangan Jepang H.E. Katsunobu Kato di sela agenda ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting.

“Kami juga sepakat bahwa kedekatan budaya, geografis, dan sejarah antara negara ASEAN+3 merupakan fondasi kuat untuk menciptakan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan,” kata Sri Mulyani, dikutip dari akun Instagram @smindrawati di Jakarta, Senin (5/5).

Menurut dia, Jepang pernah menghadapi isu serupa pada era 80-an terkait dengan kebijakan tarif AS. Pengalaman Jepang dalam menghadapi perang dagang dengan AS dianggap memberikan perspektif yang berharga dan menjadi referensi penting dalam menyusun langkah ke depan.

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa Indonesia mendapat respons positif dari Pemerintah AS sebagai salah satu negara pertama yang secara proaktif melakukan negosiasi tarif.

Sebagai bagian dari negosiasi, Indonesia telah menyiapkan paket kebijakan yang komprehensif mencakup berbagai isu, yakni tariff barrier, non-tariff barrier, serta defisit neraca perdagangan AS.

“Diskusi kami juga mencakup dampak eskalasi perang tarif terhadap industri otomotif dan elektronik yang selama ini menjadi pilar perdagangan global dan didominasi oleh AS, Jepang, China, dan Eropa,” tutur Sri Mulyani.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia menekankan pentingnya pembahasan mengenai cara mengimplementasikan kebijakan fiskal dalam pertemuan ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting.

“Saya menyampaikan pentingnya tidak hanya memahami ‘apa’ kebijakan fiskal yang ideal, tetapi juga ‘bagaimana’ cara efektif untuk mengimplementasikannya,” ujar Sri Mulyani.

Hasil studi ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menunjukkan bahwa kebijakan fiskal di masing-masing negara anggota berperan dalam mendorong pertumbuhan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal. Terlebih, tiap negara memiliki kondisi domestik yang berbeda.

Maka dari itu, pembelajaran dari pengalaman negara lain dalam menghadapi tantangan domestik dapat menjadi kunci untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.