Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peraturan Baru: Gim Harus Cantumkan Rating Usia Mulai 2026

📅 Jumat, 10 Okt 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peraturan Baru: Gim Harus Cantumkan Rating Usia Mulai 2026 Doc: Antara
Ket. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Badung, Bali pada Jumat (10/10).

Badung, Bali - Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan mulai Januari 2026 pemerintah mewajibkan gim yang terbit di Indonesia mencantumkan label klasifikasi usia guna melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai dengan umurnya.

"Jadi nanti akan kita umumkan, mulai Januari tahun depan semua gim harus di-rating (diklasifikasi) berdasarkan usianya masing-masing. Nanti dari setiap gim yang ada di Indonesia itu wajib mencantumkan klasifikasinya, diperuntukkan untuk usia berapa," kata Edwin saat ditemui di Badung, Bali, Jumat (10/10).

Dia menambahkan, klasifikasi berdasarkan konten dan kelompok usia pada gim diatur dalam Indonesia Game Rating System (IGRS) yang bakal diumumkan besok, Sabtu (11/10), dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).

Edwin memaparkan, setiap pengembang gim diwajibkan melakukan penilaian untuk menentukan kategori usia gim buatannya. Setelah itu, pemerintah melalui Kemkomdigi akan melakukan pengecekan berkala untuk memastikan klasifikasi usia sesuai dengan konten yang ditampilkan.

Adapun klasifikasi gim berdasarkan kelompok usia akan terdiri atas label 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, dan RC.

"Misalnya (gim) 7 tahun ke atas, berarti anak umur 3 tahun atau 4 tahun tidak boleh main. Kalau gim itu ada unsurnya di situ adalah kekerasan, yang tidak cocok untuk anak-anak, dia mencantumkan (label) 18+," ujarnya.

Apabila ditemukan gim yang tidak sesuai dengan klasifikasinya, Kemkomdigi akan meminta klasifikasi gim tersebut disesuaikan dengan isi kontennya. Namun, apabila terdapat unsur-unsur yang dilarang seperti pornografi atau perjudian, maka Kemkomdigi akan menutup akses gim tersebut.

"Semua gim di semua platform, mau gim yang dibuat ataupun user-generated content selama itu yang memainkan anak-anak Indonesia, diedarkan di Indonesia, wajib mencantumkan (label usia)," tegas Edwin.

Ia menyoroti maraknya anak-anak yang masih bisa mengakses gim tidak sesuai dengan umurnya menggunakan identitas milik orang tua atau kerabat mereka yang lebih tua.

Edwin menyebutkan tidak jarang akun gim yang mencantumkan usia dewasa justru dimainkan oleh anak-anak karena identitas yang digunakan adalah biodata orang tua atau kakaknya.

Untuk itu, Edwin mengimbau orang tua maupun anggota keluarga lainnya untuk memastikan anak-anak tidak mengakses gim yang tidak sesuai dengan usia mereka.

“Saya minta nanti juga sosialisasi orang tua, jaga anak-anak mereka, jaga cucu-cucunya, jangan meminjamkan identitas untuk anak-anak kita yang dalam masa pertumbuhan untuk memainkan gim atau login, ataupun mendaftar ke gim-gim yang dilarang itu anak-anak,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.