Penyusunan Rencana Replikasi Literasi Dasar oleh Pemkab Pegunungan Arfak
📅 Kamis, 19 Jun 2025, 21:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antarfa
Manokwari - Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, menyusun rencana replikasi program literasi dasar dan PAUD (pendidikan anak usia dini) berkualitas untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Langkah ini dipaparkan dalam lokakarya pada 17-18 Juni 2025 yang mendapat dukungan dari UNICEF, Pusat Kajian Kepemudaan (PUSKAMUDA), pemerintah provinsi setempat, dan Pemerintah Australia.
"Kami mereplikasi program literasi dan numerasi tingkat dasar dengan dukungan dari para mitra," kata Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Saiba melalui siaran pers kepada ANTARA di Manokwari, Kamis.
Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak di Pegunungan Arfak memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berpihak pada kelompok rentan.
Penyusunan peta jalan untuk menduplikasi program dimaksud, merupakan upaya konkret yang dilakukan pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas generasi muda di masa mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui peta jalan ini, kita ingin memastikan bahwa perubahan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi sampai ke ruang kelas," ujar Dominggus.
Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Papua Barat Angel Jacklyn Karubaba mengatakan, peningkatan mutu literasi dan PAUD harus menjadi bagian dari perencanaan lintas sektor.
Penyelenggaraan lokakarya penyusunan peta jalan program literasi dasar dan PAUD berkualitas menjadi langkah penting untuk menyamakan arah pembangunan pendidikan di Papua Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perlu integrasi program ke dalam rencana pembangunan dan penganggaran daerah secara konsisten," ujarnya.
Manajer Program Pendidikan Dasar dari Pemerintah Australia Diah Pratiwi, menyatakan Australia mendukung inisiatif yang difokuskan pada peningkatan hasil belajar anak-anak Papua.
Perbaikan mutu dan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar memerlukan peran kolaborasi seluruh pihak, sehingga tidak ada satupun generasi muda Papua yang tertinggal.
"Kolaborasi seperti ini penting agar tak satu pun anak tertinggal, terutama mereka yang paling rentan," kata Diah.
Data baseline UNICEF tahun 2024, kurang lebih 56 persen siswa kelas 2 SD di Pegunungan Arfak belum mampu membaca, dan hanya dua persen yang mampu membaca lancar serta memahami isi bacaan.
Kondisi tersebut menjadi dasar disusunnya peta jalan pembelajaran literasi dasar dan PAUD berkualitas yang sensitif gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!