Pengolahan Ikan Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi Jadi Strategi Tingkatkan Ekonomi di Kuala Kurun.
📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 13:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: DPKP Gumas
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) gencar mengajarkan diversifikasi olahan ikan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Dateng di Kuala Kurun, Sabtu mengatakan diversifikasi olahan ikan merupakan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis hasil perikanan.
"DPKP Gumas mengajarkan cara mengolah ikan menjadi berbagai produk, supaya memiliki nilai jual lebih tinggi ketimbang dijual dalam bentuk ikan segar," katanya.
Ikan, tuturnya, dapat diolah menjadi beragam produk dengan nilai ekonomis lebih tinggi, seperti diolah menjadi abon ikan, bakso ikan, nugget ikan, dan lainnya.
Hal terkait diversifikasi itu yang coba terus disebarkan dan ditanamkan oleh DPKP Gumas kepada masyarakat Kabupaten Gunung Mas di berbagai kesempatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbagai kesempatan yang dimaksud antara lain saat pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Tumbang Jutuh Kecamatan Rungan dan di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun.
Lalu saat pelaksanaan Pasar Tani dan Festival Pangan Lokal dalam rangka peringatan Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia tingkat kabupaten, yang dipusatkan di Kuala Kurun.
Ia menyebut, ada beragam menu diversifikasi olahan ikan yang diajarkan kepada masyarakat, seperti lumpia rebung ikan, otak-otak ikan patin, dan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan, adanya kegiatan pelatihan diversifikasi, DPKP Gumas berharap masyarakat mendapat wawasan dan keterampilan baru, khususnya dalam memanfaatkan hasil perikanan secara optimal.
"Dengan langkah ini, DPKP Gumas berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kemandirian masyarakat. Hal ini sekaligus dalam rangka mendukung program unggulan kepala daerah yakni Program Tambun Bungai, khususnya Tambun Bungai Mandiri," kata Dateng.
Kepala DPKP Gumas Eigh Manto menerangkan, para peserta diajarkan cara mengolah ikan menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi seperti abon ikan, bakso ikan, kerupuk ikan, hingga nugget ikan.
Dia menjelaskan, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan perdesaan.
"Gunung Mas memiliki potensi perikanan air tawar yang cukup besar. Melalui pelatihan diversifikasi olahan ikan, kami ingin masyarakat tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang tahan lama dan bernilai ekonomi lebih tinggi," katanya.
Dia menambahkan, selain teori, peserta juga mendapat pendampingan langsung dari tenaga ahli pengolahan hasil perikanan. Dinas Perikanan menargetkan kegiatan ini dapat melahirkan wirausaha baru di bidang pengolahan ikan dan membuka lapangan kerja di tingkat lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!