Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengobatan Bioteknologi di Indonesia Jangan Tertinggal

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 20:03 WIB | Oleh:
Pengobatan Bioteknologi di Indonesia Jangan Tertinggal Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Dokter Ahli Kecantikan, Khoe Yanti Khusmiran, dalam pembukaan klinik dr Yanti Beyond Treatment, di Jakarta, Kamis (20/7).

JAKARTA - Dokter Ahli Kecantikan, Khoe Yanti Khusmiran, berharap, pengobatan bioteknologi di Indonesia jangan tertinggal dengan negara lain. Perkembangan bioteknologi sendiri sangat pesat dengan negara maju banyak membuat alat-alat baru.

"Bioteknologi jaman sekarang pesat kemajuannya. Indonesia tidak boleh ketinggalan. Harus mengikuti, jangan tertinggal negara tetangga. Negara maju bikin alat baru ala kita ikuti," ujar Yanti dalam pembukaan klinik dr Yanti Beyond Treatment, di Jakarta, Kamis (20/7).

Dia menyebut, beberapa tantangan pengobatan bioteknologi di Indonesia adalah kurangnya spesialis atau ahli dalam bidang tersebut. Di sisi lain, belum banyak masyarakat terpapar informasi terkait pengobatan teknologi.

Yanti menambahkan, pengembangan pengobatan bioteknologi merupakan bagian dalam mewujudkan kemandirian kesehatan di Indonesia. Menurutnya, jika Indonesia tertinggal dalam pengobatan bioteknologi, salah satu dampaknya adalah banyak masyarakat berbondong berobat ke luar negeri.

"Masyarakat harus kita edukasi untuk bioteknologi bidang kesehatan. Bioteknologi sangat penting baik untuk preventif maupun kuratif," jelasnya.

Terapi Sel

Dia mengungkapkan, pihaknya memiliki salah satu pengobatan bioteknologi pertama yang ada di Indonesia yaitu Natural Killer (NK) Cells. Saat NK Cells memiliki sensor atau reseptor untuk berpatroli dan mengidentifikasi sel dalam tubuh yang jika sel tersebut asing atau virus maka NK Cells akan menghilangkannya.

"Jika sel tersebut teridentifikasi oleh receptor mempunyai jejak DNA sama dengan tubuh dan sehat, maka ada sinyal untuk tidak melakukan apapun guna mencegah terjadinya autoimun dimana sistem pertahanan tubuh menyerang sel tubuh yang sehat," tambahnya.

Yanti menerangkan, terapi sel tersebut merupakan salah satu pengobatan penyakit kanker, tumor, dan sejenisnya. Jika sel yang diidentifikasi oleh reseptor adalah sel kanker dan tumor, maka NK cells akan melepaskan zat seperti Granzymes dan Cytokines untuk membunuh sel kanker dan tumor tersebut.

"Kesehatan manusia merupakan perhatian khusus bagi kami terutama para penderita kanker dan tumor. Mereka mengalami penurunan kualitas hidup dan juga kehilangan kesempatan untuk produktif di kehidupan sehari-hari," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.