Pengendalian Banjir di Kota Semarang pada 2026
📅 Kamis, 18 Des 2025, 22:35 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Semarang - Pemerintah Kota Semarang memastikan bakal fokus terhadap upaya pengendalian banjir serta peningkatan kemantapan dan konektivitas jalan pada 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pada sektor penanggulangan banjir.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah dilakukan peningkatan kapasitas pompa di sejumlah titik rawan, antara lain Rumah Pompa Kolonel Sugiono, Tawangmas, Plamongan Hijau, serta penambahan pompa baru di Jalan Petudungan.
"Selain peningkatan kapasitas pompa, DPU juga melaksanakan peningkatan saluran drainase di sejumlah kawasan, seperti Saluran MT Haryono–Petudungan, Saluran Jalan Gajah–Aspol Kabluk, Drainase Kawasan Dempel–Muktiharjo Kidul, Kawasan Jatisari, hingga Saluran Tanjung," katanya.
Di bidang jalan, DPU Kota Semarang juga melakukan peningkatan pada sejumlah ruas untuk mendukung aksesibilitas dan kemantapan jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ruas yang ditangani, antara lain Jalan RM Hadi Subeno, Payung Mas Raya Banyumanik, Jatikalangan dan Kampung Jambon di Mijen, R Soekanto Tembalang, Robyong Ngaliyan, Palebon, Damar Wulan Semarang Barat, hingga Anjasmoro dan Kaligawe–Pasar Waru.
Selain itu, pemeliharaan rutin jalan dan drainase juga terus dilakukan secara berkala untuk mencegah banjir.
Memasuki 2026, Pemkot Semarang akan memfokuskan pembangunan infrastruktur pada peningkatan konektivitas jalan yang menghubungkan wilayah "hinterland" serta pengentasan banjir dan rob.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan saluran drainase di sejumlah kawasan serta dukungan terhadap program pengendalian banjir yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui BBWS Pemali-Juana.
"Seluruh rencana pembangunan 2026 diselaraskan dengan amanah RPJMD Kota Semarang 2025-2029, dengan titik berat pada pengurangan kawasan banjir dan rob serta peningkatan kemantapan jalan," katanya.
Prioritas strategis 2026 juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah, di antaranya melalui peningkatan aksesibilitas kawasan "hinterland" serta penguatan kawasan perekonomian dan destinasi wisata.
Beberapa proyek yang disiapkan, antara lain pembangunan Jembatan Tay Kak Sie dan Jembatan Akses Pengasapan Ikan Bandarharjo.
Ia menargetkan hingga akhir 2026 tingkat kemantapan jalan di Kota Semarang dapat meningkat di atas 93 persen, sedangkan kawasan terdampak banjir dan rob ditekan hingga di bawah tiga persen.
"Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari penggunaan jalan sesuai kelasnya hingga pengelolaan sampah dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase dan sungai, karena itu berdampak langsung pada keberlanjutan infrastruktur," kata Agustina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!