Pengamanan Lingkungan DPR Makin Ketat Termasuk Dijaga TNI. Kenapa Tidak Digembok Saja?
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 14:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akan memperketat keamanan DPR/MPR dengan menempatkan puluhan tentara. Situasi demikian bisa makin mempersulit rakyat yang akan mengadukan nasib ke DPR. Bahkan bukan tidak mungkin juga akan menyusahkan gerak wartawan meliput di lingkungan DPR. Naha, kalau DPR menutup diri seperti ini, kenapa pintu gerbangnya tidak digembok saja, biar tidak ada orang bisa mendekat.Bahkan Komisi XIII DPR sampai mewanti-wanti agar penempatan personel TNI dan Polri di kompleks parlemen pascademonstrasi dipastikan tidak menghambat aktivitas wartawan maupun pegawai. Wakil Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira menuntut pentingnya keseimbangan antara perlindungan keamanan dan kelancaran aktivitas publik dan pers di area parlemen.
“Jangan sampai itu menjadi hambatan bagi teman-teman wartawan bekerja, meski keamanan juga tetap penting,” kata Andreas di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu. Dia menegaskan kondisi keamanan yang tampak tenang tidak selalu berarti tanpa potensi gangguan sehingga penempatan aparat keamanan harus mempertimbangkan faktor intelijen.
“Kita punya fungsi intelijen. Kalau intelijen bekerja maksimal, kita bisa mendeteksi potensi ancaman sejak dini,” ujarnya. Menurut Andreas, aparat keamanan juga harus transparan dan profesional dalam menentukan kapan penarikan pasukan dilakukan dan kapan perlu tetap berjaga.
“Selama ini kan kita punya fungsi keamanan yang seharusnya bisa menjaga. Kita semua bekerja di sini perlu situasi yang aman,” kata dia. Selain itu, Komisi XIII juga berharap koordinasi keamanan di kompleks parlemen terus dievaluasi agar tidak menimbulkan kesan represif atau menghalangi kebebasan pers.
Menurut Andreas, situasi aman bukan hanya yang terlihat tetapi juga yang tidak terlihat oleh mata. Ia menyorot pentingnya aparat dalam menjaga keseimbangan antara pengamanan dan keterbukaan publik. Ia menambahkan Komisi XIII akan memantau situasi keamanan di kompleks parlemen secara berkala dan menyampaikan masukan bila diperlukan kepada instansi terkait.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demo Ojol
Sementara itu, para pengemudi ojek daring (ojek online/ojol) tetap menggelar aksi unjuk rasa meski hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Jakarta Pusat, Rabu siang. Tampak di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat, mobil komando beserta orator dan para ojol mengenakan jas hujan.
Mereka bergerak menuju Gedung DPR/MPR di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat pukul 13.02 WIB. Di belakang mereka, tampak pula beberapa orang polisi mengiringi menggunakan sepeda motor. Dari atas mobil komando, seseorang minta pengemudi lainnya untuk memberikan jalan kepada mereka yang hendak menyampaikan aspirasi ke Gedung DPR.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami jalan untuk menyuarakan hak kami. Tolong beri jalan,” ujar salah seorang orator dari atas mobil komando. Sebelumnya, pengemudi ojek daring berencana akan mengadakan kegiatan unjuk rasa di sejumlah titik yakni gedung Kementerian Perhubungan, DPR, dan Istana Merdeka. Namun, para pengunjuk rasa memutuskan untuk langsung menuju Gedung DPR.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!