Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendaftaran CPNS 2026 Mulai Terlihat: Bocoran Formasi dan Peluang SMA

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Pendaftaran CPNS 2026 Mulai Terlihat: Bocoran Formasi dan Peluang SMA Doc: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ket. Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

JAKARTA - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 kembali menjadi perhatian publik setelah sempat absen pada 2025. Pemerintah mulai memberi sinyal bahwa proses rekrutmen aparatur sipil negara tetap akan dibuka, meski dengan skema yang lebih ketat.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan pembahasan CPNS 2026 masih berjalan lintas kementerian dan pemerintah daerah. Hingga akhir 2025, belum ada penetapan prioritas formasi karena seluruh kebutuhan masih dalam tahap koordinasi.

"Belum ada prioritas formasi, semuanya masih dibahas bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," kata Zudan di Makassar.

Ia menekankan bahwa keputusan final baru akan diambil setelah pemetaan kebutuhan nasional selesai.

Berdasarkan Buku Nota Keuangan II Tahun 2026, kebijakan penerimaan ASN akan mengacu pada skema zero growth dan minus growth. Skema ini menandai perubahan besar dalam pola rekrutmen pegawai pemerintah.

Zero growth berarti jumlah ASN baru hanya menggantikan pegawai yang pensiun. Sementara minus growth mengisyaratkan penerimaan ASN baru lebih sedikit dibanding jumlah pegawai yang berhenti.

Meski demikian, BKN berharap seleksi ASN tetap bisa digelar secara rutin. Pemerintah menargetkan rekrutmen dilakukan minimal dua tahun sekali agar kebutuhan pelayanan publik tetap terjaga.

"Untuk 2026 kami berharap ada, idealnya setiap tahun, kalau tidak memungkinkan ya dua tahun sekali," ujar Plt Deputi BKN Aris Windiyanto.

Di luar kebijakan pembatasan, prediksi kebutuhan ASN 2026 tetap terbilang besar. Sejumlah estimasi menyebut angka formasi bisa mencapai 300.000 hingga 400.000 pegawai baru di seluruh Indonesia.

Bidang pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik teknis dan administrasi diperkirakan menjadi prioritas utama. Pemerintah juga tetap membuka peluang bagi lulusan SMA dan SMK untuk posisi teknis nongelar.

Formasi teknis tersebut mencakup petugas pemasyarakatan, pengamat gunung api, petugas BMKG, karantina hewan dan tumbuhan, satpam, hingga layanan publik di instansi pusat dan daerah. Skema ini membuka akses lebih luas bagi pencari kerja non-sarjana.

Sinyal pembukaan CPNS 2026 juga datang dari Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rekrutmen akan difokuskan pada jalur sekolah kedinasan dan jalur umum secara hibrida.

"Ke depan akan terbuka hybrid, ada STAN dan luar STAN," kata Purbaya.

Kemenkeu berencana merekrut 279 lulusan STAN serta 300 lulusan SMA untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.