Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemulihan Usaha Jadi Kunci Menahan Dampak Ekonomi Bencana Sumatera

📅 Selasa, 23 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Pemulihan Usaha Jadi Kunci Menahan Dampak Ekonomi Bencana Sumatera Doc: ANTARA/Irwansyah Putra
Ket. Pemulihan jaringan listrik pascabencana di Aceh - Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di daerah pedalaman pascabencana banjir bandang di Lokop, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12). PT PLN mengerahkan 1.600 personil untuk melakukan pemulihan jaringan di 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometeorologi di akhir November 2025.

Jakarta – Pemulihan aktivitas usaha dinilai menjadi kunci utama untuk menahan dampak ekonomi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Seperti dikutip dari Antara, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menegaskan bahwa fokus awal saat ini adalah memastikan roda ekonomi di daerah terdampak dapat kembali bergerak.

“Saat ini, saya rasa yang menjadi utama adalah bagaimana bersama-sama kita bisa mengatasi situasi yang ada. Jadi, mungkin kalau melihat dari dampak ekonomi, satu, adalah pemulihan,” kata Shinta di Jakarta, Senin (22/12).

Lebih lanjut, Shinta mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan perdagangan lokal merupakan sektor usaha yang paling terdampak dari bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera itu.

“Dari segi pelaku (usaha), terus terang kami banyak sekali menyoroti teman-teman UMKM di sana (terdampak paling berat) karena distribusi (terhambat), bahkan kurangnya air bersih, dan lain-lain, tentunya itu sangat berdampak kepada banyak pelaku (usaha) juga,” kata dia lagi.

Mengenai kalkulasi kerugian dan dampak bencana ini terhadap pertumbuhan serta proyeksi ekonomi nasional, Shinta mengatakan pihaknya mengacu pada perhitungan sementara dari Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

Bank Sentral pada Kamis (18/12) lalu, menilai bencana banjir bandang yang dialami masyarakat di wilayah Sumatera akan turut berdampak pada kinerja perekonomian nasional, dengan menggerus sekitar 0,017 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025.

Hal itu diungkapkan berdasarkan hasil asesmen awal otoritas moneter yang mempertimbangkan matinya pergerakan ekonomi selama 32 hari dari tiga provinsi terdampak.

“Soal kalkulasi berapa besar dampak ekonomi, dari perspektif ekonomi sudah dibuat oleh pemerintah, ya, 0,017. Kami sendiri belum membuat berapa persentase dari pengaruh ini. Jelas tentunya berdampak, tapi sampai seberapa jauh nantinya ini bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan lain-lain, Saya rasa faktornya banyak,” ujar Shinta.

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan 19 jiwa korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Sabtu (20/12). Penambahan kembali korban jiwa tersebut menjadikan total meninggal dunia mencapai 1.090 korban.

Jemput Aspirasi

Seiring dengan itu, Komisi VII DPR yang membidangi Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Standarisasi Nasional, RRI, TVRI, dan ANTARA menjemput aspirasi masyarakat ke daerah terdampak bencana.

"Kami hadir di sini tentu dalam rangka melaksanakan tugas reses. Kami sudah menetapkan Padang Pariaman sebagai tujuan reses sebelum bencana melanda," kata Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay di Kabupaten Padang Pariaman, Senin.

Dalam kesempatan itu, Saleh Partaonan menyampaikan Komisi VII juga menyalurkan bantuan sebesar 500 juta rupah yang akan diberikan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Saleh mengatakan bantuan itu sengaja menyasar pelaku UMKM agar roda perekonomian segera pulih. Sementara, untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah dan sebagainya memerlukan biaya besar yang akan ditanggung pemerintah pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.