Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltim Membuka Peluang bagi Australia Membangun Rumah Sakit

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 21:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Membuka Peluang bagi Australia Membangun Rumah Sakit Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia Makassar Todd Dias di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (22/4/2024).

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang bagi para pengusaha dari Australia untuk berinvestasi membangun rumah sakit di wilayah Kaltim. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, memberikan tawaran langsung kepada Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias saat berkunjung di Samarinda, Selasa (22/4).

Sekda Sri Wahyuni mengungkap perhatian besar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Untuk pendidikan dan kesehatan, peluncuran Program Gratispol sudah dilakukan pada Senin 21 April 2025.

Ia menyebutkan jika Gubernur Harum memiliki atensi besar dalam pembangunan bidang kesehatan.

"Beliau ingin agar layanan kesehatan ditingkatkan kualitas layanannya," jelas Sekda.

Dijelaskan pula jika Gubernur sangat ingin agar semua warga Kaltim masuk dalam BPJS Kesehatan melalui Program Gratispol. Satu rencana besar Gubernur Kaltim adalah membangun rumah sakit yang representatif di Kabupaten Kutai Barat.

"Rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Kutai Barat dan Mahakam Ulu," terang Sekda Sri.

Sebab, rumah sakit yang ada saat ini di Kutai Barat masih kelas C. Sehingga ketika ada pasien yang harus dirujuk ke Kota Samarinda, masih diperlukan waktu minimal 8 jam untuk sampai ke Samarinda.

Merespons itu, Konsul Jenderal Todd Dias mengatakan jika Australia juga banyak memiliki perusahaan-perusahaan yang sangat berpengalaman membangun rumah sakit di daerah-daerah pelosok dan pedalaman.

"Kami juga punya banyak perusahaan yang sudah berpengalaman membangun rumah sakit di daerah-daerah yang jauh seperti di Afrika. Jadi terbuka untuk investasi di bidang kesehatan, seperti membangun rumah sakit di Kutai Barat," jawab Todd Dias,

Kehadiran Konsul Jenderal Todd Dias tersebut ke Kaltim untuk membantu menghubungkan kebutuhan investasi potensial di Kaltim dengan para investor atau pemilik modal di Australia.

“Selaku Konsul Jenderal Australia di Makassar, saya selalu ingin mencari peluang untuk bisa meningkatkan investasi di Indonesia, terkhusus di Kalimantan Timur,” kata Todd Dias.

Investasi yang nantinya akan ditawarkan kepada investor Australia terbuka dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, peternakan, pendidikan dan kesehatan. Untuk perdagangan, Todd Dias melihat potensi Kaltim sangat terbuka dari jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Demikian pula untuk bidang peternakan. Australia siap mengirim 3.000 ekor sapi, jika Kaltim siap menerima. Kerja sama pengembangan sapinya pun masih sangat dimungkinkan.

“Tetapi untuk pengiriman sapi dari Australia minimal harus 3.000 ekor. Tidak boleh kurang,” ungkap pejabat yang sudah bertugas sekitar dua tahun di Konsulat Jenderal Australia Makassar itu.

Meski demikian, pihaknya hanya akan menjadi penghubung antara investasi apa yang dibutuhkan Kaltim dengan para calon investor Australia. Selanjutnya diserahkan kepada kesepakatan bisnis masing-masing pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.