Pemprov DKI Jakarta Jadi Contoh Hilirisasi dan Ketahanan Ekonomi bagi Peserta P3N Lemhannas
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 13:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) dari peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Pertemuan berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Rabu (11/6), dan membahas berbagai strategi Jakarta dalam menghadapi tantangan menuju kota global.
Dalam forum tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan berbagai pengalaman serta pandangan mengenai kebijakan dan program pembangunan yang diterapkan di Jakarta. Ia juga mengapresiasi tema besar yang diangkat Lemhannas RI, yakni hilirisasi dan kemandirian ekonomi menuju Indonesia yang berdaya saing global.
“Kalau bicara soal hilirisasi, apalagi dalam konteks stabilisasi pasokan, Jakarta sebenarnya bisa menjadi tempat belajar yang sangat baik. Saya ambil contoh sederhana: saat Iduladha lalu, jumlah sapi yang disembelih di Jakarta mencapai sekitar 71.000 ekor, padahal prediksi awalnya hanya 64.000 hingga 65.000 ekor. Hal ini terjadi karena selain harga beli yang terjangkau, distribusi hewan kurban juga merata,” jelas Gubernur Pramono.
Selain menyinggung soal hilirisasi daging kurban, Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas harga beras merupakan hasil dari proses hilirisasi yang telah dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
“Food Station bekerja sama dengan daerah-daerah penghasil beras seperti Karawang, Lampung, dan Kabupaten Kediri. Konsumen di Jakarta sudah cukup besar dan aktif. Maka dari itu, Jakarta menjadi contoh baik dalam praktik hilirisasi non-tambang atau yang tidak berbasis sumber daya alam,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Pramono menekankan bahwa upaya menjaga ketahanan di berbagai sektor, termasuk pangan dan distribusi, merupakan strategi penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, kemampuan daerah seperti Jakarta dalam menjaga keseimbangan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
“Apalagi Jakarta kini tengah bertransformasi menjadi kota global, sehingga program dan kebijakan yang diterapkan pun harus berskala internasional. Berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta bisa menjadi bahan studi para peserta P3N Lemhannas, untuk kemudian dirumuskan solusi yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Jakarta,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menuturkan bahwa SSDN P3N bertujuan memperkuat kepemimpinan nasional dalam mendukung visi besar pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam memahami penerapan kebijakan hilirisasi di tingkat daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Oleh karena itu, kunjungan SSDN P3N Lemhannas RI kali ini difokuskan untuk berdiskusi mengenai upaya hilirisasi yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.
Tubagus menyatakan bahwa Jakarta memiliki peran vital dalam mengolah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dalam menyukseskan transformasi ekonomi nasional.
“Banyak kebijakan pemerintah pusat yang didukung secara konkret oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bagian dari sistem pemerintahan nasional. Maka dari itu, untuk studi dalam negeri tahun ini, kami memilih DKI Jakarta sebagai fokus utama,” ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!