Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Mataram Tiadakan Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya

📅 Rabu, 03 Des 2025, 13:18 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Tiadakan Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya Doc: antara foto
Ket. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Rabu (3/12).

MATARAM - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meniadakan perayaan Tahun Baru 2026, sebagai bentuk empati terhadap bencana yang terjadi di beberapa daerah sekaligus mengurangi risiko potensi bencana di tengah cuaca ekstrem.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Rabu (3/12), mengatakan kegiatan malam tahun baru akan diisi dengan kegiatan dzikir dan doa.

"Tidak ada perayaan kembang api, hiburan dan lainnya," katanya kepada sejumlah wartawan.

Pada malam Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Mataram sepakat tidak menggelar acara, termasuk hiburan rakyat sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra dan daerah lainnya.

"Ada warga yang sedang bersedih tertimpa bencana. Jadi, sebaiknya kita memberikan empati dan kami yakin masyarakat Kota Mataram paham dan mengerti hal itu," katanya.

Sementara untuk memastikan kondisi Kota Mataram aman terkendali selama malam pergantian tahun, aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta kelurahan akan siaga di wilayah masing-masing.

Aparat juga akan melakukan patroli memastikan kegiatan perayaan malam tahun baru yang dilaksanakan warga sekitar secara mandiri berjalan lancar dan aman.

"Jangan sampai momen kegembiraan menyambut tahun baru berujung negatif, sehingga bisa merugikan diri sendiri atau orang lain," katanya.

Kendati Pemerintah Kota Mataram tidak menggelar secara resmi kegiatan malam pergantian tahun, masyarakat bisa merayakan secara mandiri bersama keluarga.

"Silakan jika mau merayakan bersama keluarga, asalkan tidak berlebihan," katanya.

Selain itu, kata Martawang, masyarakat yang akan merayakan tahun baru di sejumlah objek wisata, terutama kawasan pantai hendaknya dapat memperhatikan kondisi cuaca.

Sebab, anomali cuaca yang terjadi saat ini tidak bisa diprediksi, karena bisa berubah setiap saat. Misalnya, pagi panas, tiba-tiba langsung turun hujan deras.

"Karena itu, masyarakat kami harapkan bisa tetap waspada dengan kondisi perubahan cuaca," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.