Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Sorong luncurkan intervensi serentak percepat turunkan stunting

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 16:22 WIB | Oleh:
Pemkab Sorong luncurkan intervensi serentak percepat turunkan stunting Doc: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Ket. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Sorong, Gesang Supratjo menyerahkan paket makanan bergizi kepada balita dan ibu hamil di Kabupaten Sorong, Jumat (7/6/2024).

Aimas - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, meluncurkan intervensi serentak yang ditandai dengan pembagian paket makanan bergizi kepada ibu hamil dan bayi sebagai upaya strategis percepatan penurunan stunting di wilayah itu.Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten SorongGesang Supratjo di Sorong, Jumat, menjelaskan upaya percepatan penurunan stunting merupakan program nasional yang harus dilaksanakan pada setiap daerah.

"Dalam pencapaian standar penurunan stunting pada 2024 adalah 14 persen, maka dibutuhkan kerja sama dan komitmen semua pihak danstakeholderterkait untuk berkolaborasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting," ujarnya.Intervensi serentak percepatan penurunan stunting, kata dia, dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi, dan intervensi bagi seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita, secara berkelanjutan.

"Sasaran yang ingin kita capai bersama adalah terlaksananya pendataan, penimbangan, pengukuran, identifikasi masalah gizi pada seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita, serta intervensi gizi dan kesehatan pada sasaran yang bermasalah," ucapnya.

Selain ituPemkab Sorong pun telah membentuk orang tua asuh anak stunting di wilayah itu sebagai satu langkah strategis intervensi penanganan dan penurunan stunting di delapan lokus stunting yang telah ditetapkan.

Delapan distrik sebagai lokus penanganan stuntingterdiri atas Distrik Makbon, Salawati, Seget, Aimas, Klamono, Mayamuk, Klaso dan Salawati Timur.

Prevalensi stunting, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada 2021 angka stunting Kabupaten Sorong sebesar 28,8 persen, kemudian pada 2022 turun ke angka 23,8 persen, dan pada 2023 mengalami kenaikan menjadi 27,3 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sorong, kata dia, sasaran program penurunan stunting 2024 adalah keluarga berisiko stunting sebanyak 9.793 Kepala Keluarga (KK), 2.145 ibu hamil, 2.047 ibu menyusui, 8.833 balita, dan 3.500 remaja putri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.