Pemkab Bekasi Tekan Anggaran Ratusan Miliar! Program Apa yang Kena?
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 22:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
KABUPATEN BEKASI – Efisiensi anggaran oleh daerah sangat penting untuk memastikan pengelolaan keuangan publik yang optimal, mendukung pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan anggaran yang digunakan secara efisien, daerah dapat memaksimalkan hasil dari setiap rupiah yang dihabiskan, mengurangi pemborosan, dan memastikan bahwa sumber daya dialokasikan sesuai kebutuhan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga Rp723 miliar mengacu hasil evaluasi terhadap upaya penghematan yang telah dilaksanakan pada tahap pertama tahun 2025.
"Pemerintah daerah menghemat hingga Rp723 miliar untuk menghindari defisit keuangan," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bekasi Hudaya di Cikarang, Rabu (14/5).
Ia menjelaskan efisiensi anggaran dijalankan melalui skema top down atau perintah langsung dari pimpinan usai evaluasi tahap awal dengan hasil penghematan sebesar Rp123 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Namun setelah penghitungan ulang terhadap belanja tidak wajib di seluruh organisasi perangkat daerah, tambahan efisiensi mencapai Rp600 miliar," katanya.
Dirinya menyebutkan efisiensi ini didapatkan dari belanja-belanja non mandatori atau tidak wajib seperti sewa tempat rapat dan perjalanan dinas. Kegiatan rapat diarahkan menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah.
Hudaya mengaku semula pola efisiensi dilakukan berdasarkan inisiatif masing-masing organisasi perangkat daerah namun kini diubah dengan menerapkan pendekatan instruksi pimpinan karena hasil skema awal dinilai tidak maksimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setiap organisasi perangkat daerah atau dinas sekarang diwajibkan menerapkan efisiensi anggaran sekitar 18 persen dari total pagu masing-masing. Di BPKD sendiri, kami menghemat hingga Rp1,2 miliar," katanya.
Dia mengaku hasil penghematan anggaran ini akan dimasukkan ke dalam APBD Perubahan 2025 dengan status anggaran telah dikunci atau tidak dapat digunakan kembali.
Langkah efisiensi ini, lanjut dia, dilakukan sebagai respons atas ancaman defisit anggaran akibat kesalahan perencanaan APBD 2025, khususnya pada proyeksi pembiayaan dari sisa lebih penggunaan anggaran 2024 dengan estimasi awal Rp700 miliar namun ternyata hasilnya hanya Rp300 miliar.
Pengeluaran besar-besaran pada awal tahun juga disebut-sebut memperburuk situasi. Hudaya menyebutkan Rp1,3 triliun telah dibelanjakan di awal tahun, termasuk pencairan dana desa lebih dari Rp300 miliar, pembayaran hasil pekerjaan hingga Rp120 miliar untuk uang muka proyek.
"Biasanya penggunaan anggaran di awal tahun hanya ratusan miliar, tapi kali ini sangat besar. Akibatnya beberapa kebutuhan seperti tunjangan untuk ASN-PPPK harus ditunda," katanya.
Pemkab Bekasi kini telah menghentikan skema pembayaran uang muka yang bersifat tidak wajib secara aturan sebagai upaya antisipasi pembiayaan daerah awal tahun dengan nominal relatif besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!