Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bekasi Minta Swasta Kelola Sampah Secara Mandiri

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bekasi Minta Swasta Kelola Sampah Secara Mandiri Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan meninjau Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Deltamas milik pengembang kawasan di Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa.

Kabupaten Bekasi -Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta pihak swasta agar dapat mengelola sampah secara mandiri sebagai upaya mengurangi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng milik daerah setempat.

"Penanggulangan permasalahan sampah menjadiconcernpemerintah daerah saat ini. Salah satu solusi meminimalisasi sampah dibuang ke TPA Burangkeng adalah dengan mendorong pihak swasta untuk memiliki sistem pengolahan sampah mandiri," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang, Selasa.

Hal itu disampaikan Dani Ramdan saat meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Deltamas di Kecamatan Cikarang Pusat, hasil kerja sama pengembang kawasan Deltamas yakni PT Puradelta Lestari bersama PT Mitra Karunia Intranusa (MKI).

Dia mengatakan pemerintah daerah tengah menyusun regulasi terkait pengolahan sampah secara mandiri oleh produsen sampah, mulai dari rumah tangga, industri, hingga restoran.


Regulasi ituakan mewajibkan produsen sampah untuk dapat mengolah sampah sendiri dengan harapan mampu mengurangi beban penumpukan sampah di TPA Burangkeng.

"Kita sedang menyusun regulasi untuk mewajibkan produsen sampah dengan mengolah sampahnya sendiri atau setidaknya mengurangi sampah. Mulai dari sampah rumah tangga, industri, pasar, restoran, dan sebagainya," katanya.

Ia pun mengapresiasi kehadiran TPST Deltamas yang turut berkontribusi dalam mengatasi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan penggunaan energi terbarukan melalui teknologi pengolahan berbasis "Refuel Derived Fuel(RDF)".

"Deltamas ternyata sudah menjalankan tugas itu dengan mendirikan unit pengelolaan sampah seperti ini, TPST. Dari sampah yang dikumpulkan di kawasan permukiman Delta sekarang dengan volume 25 ton per shift bisa ditingkatkan sampai 50 ton per hari, ini sudah diolah dan hampirzero waste," katanya.

Dani mendorong seluruh pihak untuk mengikuti program pengolahan sampah tersebut dengan memperbanyak TPSTdi wilayah lain, sehingga ke depan mampu menjadi solusi utama penumpukan sampah di TPS Burangkeng.

"Tentunya nanti bisa dikaitkan dengan insentif pajak retribusi yang didiskon melalui regulasi nanti, termasuk juga menjadi prioritas dalam hal perizinan. Insentif akan disesuaikan dengan kebutuhan bagi kawasan, restoran, maupun lainnya, misalnya yang punya pengelolaan sampah nanti kita berikanreward," ucapnya.

Dani bahkan menyebutkan TPST tersebut dapat menjadi objek studi program wisata industri karena para pelajar yang berkunjung ke kawasan tidak hanya melakukan kunjungan pabrik melainkan juga dapat melihat bagaimana pengelolaan sampah, air limbah, serta fasilitas seperti pemadam kebakaran.

"Karena wisata industri itu lebih ke wisata edukatif, jadi objek-objek yang memberikan inspirasi pengetahuan dan wawasan seperti ini. Anak-anak bisa terinspirasi, ternyata sampah bisa menjadi barang yang berharga kalau diolah, air kotor bisa digunakan kembali kalau diolah. Nanti mungkin ada surya panel yang terkait dengan pemanfaatan energi surya. Itu semua menjadi objek wisata bagi anak-anak," ucap dia.

Direktur PT MKI Feri Jauhan menyatakan TPST Deltamas mengedepankan prinsipzerowastemelalui penerapan teknologi RDF, di mana sampah organik dan nonorganik dikelola menjadi kompos mentah dan biomassa, serta dikirim ke pabrik semen mitra untuk sampah kemasan botol plastik bekas terpilih.

Ia menyebutkan tujuan didirikan TPST ini adalah untuk menciptakangreen industrial estatemengingat perusahaan sangat memperhatikanwaste managementdalam upayago greenmenujuzero waste.

Berdiri di lahan seluas 3.000 meter persegi, tempat pengelolaan sampah ini berkapasitas 25 ton per shift dan akan dikembangkan menjadi 100 ton. Seluruh sampah yang terkumpul di fasilitas ini dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak ada yang terbuang.

"Jadi sampah yang masuk kita manfaatkan, dari 25 ton sampah yang masuk itu sekitar 30-40 persen RDF. Kemudian dari 30-40 persen RDF sampah, lima persen jadi kompos dan empat persen susut ke mesin. Jadi kita berusaha sampah yang masuk betul-betul habis," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.