Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Tengah Godok Rencana Bagikan Tanah bagi Petani Sangat Miskin dan Miskin

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 05:50 WIB | Oleh:
Pemerintah Tengah Godok Rencana Bagikan Tanah bagi Petani Sangat Miskin dan Miskin Doc: antara foto
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan pemerintah menggodok rencana untuk membagikan tanah kepada kelompok petani yang masuk dalam kategori sangat miskin (desil 1) dan kategori miskin dan rentan (desil 2).

Rencana tersebut dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menterinya dalam rapat terbatas mengenai program-program pemberdayaan masyarakat dan strategi pemerintah menanggulangi kemiskinan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

"Alat produksi (untuk rakyat, red.) kita akan terus wujudkan, termasuk upaya menyediakan tanah untuk masyarakat petani desil 1-2. (Untuk) desil 1, kita akan dorong terbangunnya kepemilikan alat produksi kepada para petani dengan membagi-bagikan tanah-tanah untuk masyarakat desil 1 dengan teknis yang segera dimatangkan," kata Muhaimin Iskandar saat ditemui selepas rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana, Jakarta, Selasa (4/11) malam.

Pembahasan mengenai tanah untuk petani yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian Presiden Prabowo dalam ratas tersebut. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan rencana membagikan tanah itu bertujuan untuk memperkuat kemandirian petani.

"Pemerintah akan terus berupaya untuk mewujudkan penguatan kemandirian petani melalui kepemilikan alat dan lahan produksi," kata Seskab Teddy.

Dalam rapat yang sama, Seskab Teddy menyebut Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memanfaatkan seluruh fasilitas milik pemerintah untuk mendukung tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudian, Presiden Prabowo juga menginstruksikan adanya pembatasan impor barang-barang bekas, terutama pakaian, karena diyakini merugikan masyarakat.

Presiden Prabowo, dalam ratas itu, membahas pula mengenai pemberian beasiswa dan pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin bekerja ke luar negeri. Tidak hanya itu, Presiden menekankan pentingnya percepatan digitalisasi untuk UMKM, serta peningkatan daya saing UMKM melalui kemudahan akses perizinan dan sertifikasi.

Rapat terbatas di Istana, Selasa, diikuti oleh sejumlah menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kemudian, ada pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.