Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Resmi Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Program Strategis Presiden Prabowo Subianto

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Resmi Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Program Strategis Presiden Prabowo Subianto Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Kalbar Ria Norsan mensosialisasikan program KMP kepada pengurus APDESI se-Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menuntaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional yang diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kalimantan Barat terdiri dari 2.046 desa dan 99 kelurahan di 14 kabupaten/kota, sukses membentuk 2.143 koperasi dari total 2.145 desa dan kelurahan. Ini capaian 100 persen pembentukan koperasi berbadan hukum, Empat desa di Ketapang bergabung dalam satu koperasi," kata Gubernur Kalbar, Ria Norsan di Pontianak.

Dia menjelaskan, program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui penguatan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, sehingga Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kemandirian desa, khususnya di sektor ketahanan pangan dan distribusi bahan pokok.

"Dengan koperasi Merah Putih, kita harapkan terbentuk lumbung pangan modern di tingkat desa yang mampu memutus mata rantai distribusi dan menurunkan biaya logistik," tuturnya.

Norsan mengakui pada awalnya masih banyak kepala desa dan lurah yang khawatir terlibat dalam pengelolaan koperasi karena keterbatasan sumber daya dan pemahaman.

Namun, ia memastikan bahwa pemerintah pusat telah menyediakan minimal dua pendamping di setiap koperasi, yakni pendamping manajemen koperasi dan keuangan.

"Tidak perlu takut. Setiap koperasi akan didampingi oleh tenaga profesional yang siap membimbing pengelolaan secara akuntabel dan modern," kata dia.

Gubernur juga menyampaikan bahwa koperasi Merah Putih akan bersinergi dengan berbagai program lainnya seperti ketahanan pangan, mini bulk gas, apotik desa, dan simpan pinjam. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi alat strategis dalam pembangunan masyarakat desa.

"Program ini harus menjadi solusi atas berbagai tantangan ekonomi masyarakat desa. Dengan koperasi, kita bangun ekonomi dari bawah," katanya.

Ia juga mengajak seluruh kepala desa/lurah di Kalbar untuk mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan komitmennya mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo, termasuk melalui program Astacita—delapan cita-cita pembangunan nasional.

"Kami ditugaskan untuk menyukseskan koperasi Merah Putih di seluruh Kalimantan Barat. Koperasi ini nantinya bisa memfasilitasi pembangunan gudang penyimpanan seperti Bulog, termasuk untuk hasil pertanian dan perikanan," kata dia.

Yuliansyah juga menyebut koperasi bisa menjadi jembatan ekonomi lokal, misalnya dengan membangun cold storage (kasturit) bagi nelayan atau petani lokal agar produk mereka bisa disimpan dengan baik sebelum dipasarkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.