Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diluncurkan Pekan Depan, Mitra diminta Secepatnya Kirim Komoditas Strategis ke Koperasi Desa Merah Putih

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 13:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diluncurkan Pekan Depan, Mitra diminta Secepatnya Kirim Komoditas Strategis ke Koperasi Desa Merah Putih Doc: Bapanas/NFA
Ket. Rapat Koordinasi Pasokan Bahan Pangan KDMP yang digelar di kantor NFA pada Selasa (8/7)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) terus mengawal persiapan peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditargetkan resmi berjalan pada 19 Juli 2025 mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya besar pemerintah menyederhanakan rantai pasok pangan, menekan inflasi harga bergejolak (volatile food), dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam Rapat Koordinasi Pasokan Bahan Pangan KDMP yang digelar di kantor NFA pada Selasa (8/7), mengatakan, koperasi ini akan menjadi simpul distribusi pangan dari hulu ke hilir yang lebih efisien dan berpihak kepada masyarakat.

“KDMP hadir untuk menyederhanakan rantai pasok pangan yang selama ini panjang dan berfluktuasi. Dengan hanya 2 tahap distribusi dari produsen ke koperasi, harga akan lebih terkendali dan adil bagi konsumen,” ujar Ketut. 

Dalam rapat koordinasi tersebut, NFA memfokuskan agenda pada kesiapan pasokan bahan pangan dari para mitra, termasuk BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD. Para pemasok ditargetkan mulai mengirimkan komoditas strategis ke titik-titik KDMP paling lambat pada 15 Juli 2025. Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, daging sapi, telur ayam, LPG, hingga pupuk subsidi. 

"Jadi pada rapat koordinasi hari ini disepakati pembentukan 103 titik mock-up KDMP yang akan diuji coba mulai 16 Juli 2025. Acara puncak peluncuran akan berlangsung secara hybrid, terpusat di KDMP Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, serta disiarkan langsung dari berbagai daerah di seluruh Indonesia," ujarnya.

Unit Usaha Multifungsi

Di lain kesempatan, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, mengatakan KDMP tidak hanya berperan sebagai Kios Pangan, tetapi juga sebagai unit usaha multifungsi yang mencakup apotek desa, simpan pinjam, logistik desa, dan klinik kesehatan. Pemerintah juga membuka ruang kerja sama dengan Himbara dan BUMN lain untuk mendukung permodalan, pelatihan SDM koperasi, hingga penyediaan fasilitas digital. 

"Jadi tujuan Bapak Presiden Prabowo Subianto sangat mulia, Bapak Presiden ingin menggerakkan ekonomi rakyat melalui semangat gotong royong, oleh karena itu kami mendorong Himbara berperan aktif dalam Kopdes ini," ujar Arief.

KDMP juga mengadopsi model bisnis koperasi modern, dengan desain gerai yang dilengkapi cold storage, mesin kasir digital, hingga konektivitas internet untuk pemantauan stok dan transaksi secara daring.

Ke depan, NFA memastikan akan terus melakukan pendampingan intensif kepada koperasi-koperasi desa, termasuk dalam aspek pengawasan harga, keamanan pangan, serta distribusi bantuan sosial. Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah dalam membangun desa dan memperkuat UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.