Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kabupaten Pamekasan Cegah Konflik Pagar Laut Pesisir Jumiang

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 23:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Pamekasan Cegah Konflik Pagar Laut Pesisir Jumiang Doc: ANTARA
Ket. Lokasi pagar laut di pesisir Jumiang, Pamekasan yang diklaim milik pribadi warga dan diprotes oleh nelayan setempat.

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, berupaya mencegah meluaskan konflik pagar laut di perairan Pantai Jumiang antara nelayan dengan pengusaha yang mengeklaim sebagai pemilik resmi pesisir pantai itu.

Penjabat Bupati Pamekasan, Masrukin, di Pamekasan, Jumat (14/2), mengatakan kasus itu sebenarnya sudah lama terjadi, yakni sejak dirinya belum menjabat sebagai Pj Bupati Pamekasan.

"Tapi yang mengemukakan kala itu adalah lahan bukan menggunakan istilah pagar laut seperti sekarang ini sebagaimana juga terjadi di Tangerang," katanya.

Pemkab Pamekasan sebenarnya tidak memiliki kewenangan teknik untuk menyelesaikan klaim kepemilikan pesisir sebagaimana di pesisir Pantai Jumiang, Pademawu tersebut, karena menyangkut pertanahan.

Namun demikian, konflik horizontal yang berpotensi terjadi antara nelayan dengan pengusaha yang mengeklaim sebagai pemilik terus dilakukan.

Koordinasi lintas sektor, seperti TNI dan polisi, terus dilakukan selain terus berupaya melakukan pendekatan persuasif ke masing-masing pihak.

Selain di Pantai Jumiang, pesisir pantai yang juga diklaim milik pribadi warga di Kabupaten Pamekasan adalah Pantai Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

"Berdasarkan temuan tim Polres Pamekasan, Pantai Tlanakan ini diklaim sebagai milik pengusaha garam bernama Budianto atau Yupang," kata Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiharto. 

Dia menjelaskan hal itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan tim Reskrim Polres Pamekasan.

Yupang dilaporkan aktivis lingkungan hidup di Pamekasan atas dugaan perusakan ekosistem laut, karena telah melakukan penebangan mangrove di Pantai Tlanakan belum lama ini untuk kepentingan pengembangan lahan usaha pengusaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.