Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Harus Mengkaji Ulang Rencana Impor Jagung Pakan

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Mengkaji Ulang Rencana Impor Jagung Pakan Doc: Sumber: Kementerian Pertanian - KJ/ONES

JAKARTA - Jika pemerintah serius dengan komitmen kemandirian dan kedaulatan pangan, semestinya rencana impor jagung dikaji ulang. Pemerintah harus mencari berbagai alternatif dan opsi dalam penyediaan jangung pakan.

"Mestinya dikaji berbagai alternatif dan opsi solutif penyediaan jagung pakan tersebut, mengingat jika harga terus melonjak juga akan berdampak pada kenaikan harga produk ternak yang merugikan masyarakat," ungkap Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, kepada Koran Jakarta, Selasa (4/7).

Awan dengan tegas menolak rencana impor jagung tersebut. Rencana Badan Pangan Nasional (Bapanas) tersebut patut disayangkan mengingat jagung pakan adalah komponen utama dalam industri peternakan Indonesia.

"Mestinya pasokannya diamankan sehingga harganya tidak sampai melonjak tinggi dan memaksa pemerintah harus impor dari luar," tegasnya.

Pengamat ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan pemerintah perlu berpikir strategis ke depannya terkait dengan peningkatan produksi lokal.

"Untuk jangka panjang kebijakan harus diarahkan ke ketahanan pangan, dengan pemetaan potensi daerah produksi untuk memperkuat penawaran dan pemetaan pengguna pangan, baik sebagai input maupun konsumsi langsung," ungkapnya. Dengan demikian, papar Suhartoko, pasar pangan akan lebih stabil.

Harus Tegas

Sementara itu, pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan pemerintah perlu tegas menekan impor jagung selain karena faktor cuaca dan penurunan lahan yang menyebabkan produksi menurun, impor juga terjadi karena permainan mafia pangan yang mengutamakan jagung impor untuk industri pakan ternak.

Menurut Ramdan, impor jagung terus ada karena praktik kartel dalam produksi pakan ternak, dengan mayoritas pabrik pakan adalah Penanaman Modal Asing (PMA) dengan bahan baku jagung impor. Pabrik-pabrik (pakan) besar ini lebih senang jagung impor, sehingga menimbulkan permainan tingkat atas yang menyebabkan subsidi benih jagung pemerintah tidak ada pada saat dibutuhkan petani.

"Seharusnya pemerintah tegas memutus mata rantai ini karena sangat berdampak tidak hanya petani jagung, tapi juga pada peternak kecil dan menengah, yang sangat bergantung dengan pakan ternak, yang dapat mempengaruhi harga ayam," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, buka suara ihwal usulan peternak unggas agar keran impor jagung dibuka.

Kekhawatiran peternak terhadap harga pakan yang kian meroket didasari oleh pasokan jagung yang diprediksi defisit pada semester II-2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.