Siraman Rohani Cara Menghargai Agama dan Menghormati Perbedaan di Masjid IKN
📅 Jumat, 20 Feb 2026, 20:51 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Siraman rohani tentang bagaimana harus menghargai agama lain dan menghormati perbedaan digaungkan di masjid IKN. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, hal ini membuat masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama.
"Masjid Negara ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat, bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini juga akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, sekaligus menjadi rumah besar untuk kemanusiaan," ujar Nasaruddin di IKN, Kalimantan Timur, Jumat.
Sebelumnya, saat menjadi khatib Shalat Jumat di masjid tersebut, dalam khutbahnya, Menteri Agama (Menag) menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan juga menjadi tempat pembinaan mental, spiritual, hingga pembangunan sosial.
Kunjungan Menag ke IKN tersebut menjadi makna tersendiri menjalani Ramadhan di Nusantara, tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi, dan masyarakat sekitar yang bersama-sama membangun ibu kota.
Kunjungan tersebut memberi bukti nyata dan menegaskan komitmen Otorita IKN bahwa pembangunan Nusantara dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, pelayanan publik, serta ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usai pelaksanaan Shalat Jumat, Menag meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas di kawasan IKN, antara lain pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius, RS Hermina, Rumah Susun ASN 1, serta Kantor Bersama.
Peninjauan tersebut mencerminkan sinergi pembangunan lintas sektor yang terus berjalan untuk mendukung terbentuknya pusat pemerintahan yang modern sekaligus berlandaskan nilai kebersamaan.
Kunjungan Menteri Agama di IKN menjadi bagian dari syiar Ramadhan yang menghadirkan suasana religius, inklusif, dan penuh kebersamaan. Di tengah proses pembangunan yang terus berlangsung, Nusantara tumbuh sebagai ruang hidup yang mempertemukan keberagaman dalam semangat persatuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ramadhan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat harmoni sosial, sekaligus menunjukkan bahwa Nusantara dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol Indonesia yang rukun dan inklusif," kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat mendampingi Menag.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!