Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Dampak Melemahnya Ekonomi Tiongkok

📅 Rabu, 22 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Dampak Melemahnya Ekonomi Tiongkok Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pemerintah diminta segera menyiapkan langkah antisipasi dari dampak melemahnya ekonomi Tiongkok. Perlunya antisipasi tersebut karena Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama produk-produk Indonesia dengan pangsa sekitar 20 persen.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Selasa (21/11), mengatakan efek pelambatan ekonomi Tiongkok harus segera diantisipasi dengan beberapa strategi.

Hal yang pertama pemerintah harus memitigasi dampak pelambatan ekonomi Tiongkok itu terhadap industri dalam negeri yang berorientasi ekspor, misalnya produsen nikel olahan, bauksit, emas, dan crude palm oil (CPO).

"Ketika hasil assesment menunjukkan adanya pelemahan permintaan ekspor maka diperlukan mitigasi dalam bentuk paket kebijakan atau stimulus," katanya.

Kedua, perlu segera melakukan diversifikasi tujuan ekspor ke negara alternatif misalnya yang paling dekat penetrasi ke pasar negara-negara Asean, dan negara-negara di Kepulauan Pasifik.

Strategi ketiga adalah mengurangi kebergantungan impor untuk mewaspadai banjir impor dari Tiongkok dengan harga murah bisa terjadi pada 2024 mendatang.

"Kalau ekonomi domestik Tiongkok melambat, banyak gudang over kapasitas maka salah satu pengalihan, ekspornya ke Indonesia. Ini bisa mematikan industri lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ungkap Bhima.

Secara terpisah, Kepala Laboratorium Ekonomi Bisnis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan kontraksi ekspor Indonesia ke Tiongkok mesti diantisipasi secara baik karena kemungkinan pertumbuhan ekonomi Tiongkok merosot.

Rilis Dana Moneter Internasional (IMF) tanggal 7 November 2023, misalnya menyebutkan bahwa tahun ini ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 5,4 persen, tetapi tahun depan diduga akan melambat menjadi 4,6, sebagai akibat dari berlanjutnya persoalan pasar properti dan lemahnya permintaan eksternal.

"Tentu Tiongkok akan berupaya mengatasi hal ini. Namun demikian, karena sekitar 20 persen ekspor Indonesia adalah ke Tiongkok, pelambatan ekonomi Tiongkok dapat berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Komoditas ekspor yang perlu diwaspadai tentu termasuk yang terkait dengan properti seperti bahan baku besi dan baja yang merupakan salah satu dari komoditas utama ekspor Indonesia ke Tiongkok," papar Aloysius.

Bersamaan dengan itu, Aloysius memandang perlu mendorong ekspor komoditas-komoditas lainnya yang tidak terlalu sensitif terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Hal itu merupakan bentuk dari penguatan diversifikasi komoditas ekspor.

Selain itu, dia juga mendorong diversifikasi pasar ke negara-negara tetangga seperti Asean yang selama ini menjadi pasar ekspor terbesar kedua produk Indonesia.

Asean selama ini telah menjadi pasar ekspor terbesar Indonesia setelah Tiongkok, namun pasarnya pun diperkirakan tidak dalam kondisi yang prima.

FDI Menurun

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.