Bantu Warga, Pemkab Bekasi Distribusikan Ribuan Paket Pangan Subsidi
📅 Minggu, 15 Mar 2026, 15:19 WIB | Oleh: Tim PenulisBEKASI – Kegiatan operasi pasar bersubsidi kembali digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Biasanya, kegiatan ini ramai disambut warga karena berbagai bahan pangan dijual di bawah harga pasar, sehingga bisa sedikit meringankan pengeluaran rumah tangga.
Dalam operasi pasar ini, sejumlah komoditas yang sering dibutuhkan masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur disediakan dalam jumlah tertentu.
Warga pun bisa membeli dengan harga yang sudah disubsidi pemerintah, tentu dengan pengaturan agar pembelian tetap merata dan tidak berlebihan.
Selain membantu masyarakat, operasi pasar juga menjadi salah satu cara untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan adanya pasokan tambahan yang lebih murah, diharapkan harga kebutuhan sehari-hari tetap terkendali, terutama pada periode ketika permintaan masyarakat meningkat.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyalurkan 3.497 paket bahan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional Idul Fitri 1447 Hijriah melalui kegiatan operasi pasar bersubsidi atau Opadi dengan skema tebus murah.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti mengatakan, operasi pangan bersubsidi ini menyasar dua wilayah kecamatan yakni Cikarang Utara serta Babelan dengan jumlah paket berkisar 1.700an.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Total ada 3.497 paket. Kecamatan Cikarang Utara menerima 1.750 paket untuk dibagikan kepada warga di 11 desa, sedangkan Kecamatan Babelan menerima 1.747 paket untuk delapan desa dan satu kelurahan," katanya di Cikarang, Minggu (15/3).
Dia menyatakan, jumlah keseluruhan paket sembako tersebut merupakan alokasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat sehingga tidak dapat ditambah.
"Karena kuota terbatas, kita tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Jadi pembagian diserahkan kepada desa melalui RT dan RW agar bisa secara merata," jelasnya.
Setiap paket sembako dijual kepada masyarakat seharga Rp40.000 dari harga normal di pasaran senilai Rp90.000. Selisih harga sebesar Rp50.000 disubsidi pemerintah.
Operasi pasar bersubsidi ini menyasar masyarakat terdampak kenaikan harga bahan pokok namun masih memiliki daya beli. Satu paket Opadi berisi beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram serta tepung terigu 1 kilogram.
"Kalau gratis itu bantuan sosial untuk masyarakat miskin ekstrem. Sementara operasi pasar bersubsidi ini tujuannya untuk mengurangi beban masyarakat akibat kenaikan harga," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!