Pancarkan Warna Kemerahan, Bunga Raflesia Langka Bakal Mekar di Agam
📅 Senin, 14 Apr 2025, 19:08 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Yusrizal
LUBUK BASUNG - Sebanyak dua individu bunga raflesia jenis langka, tuan-mudae, bakal mekar sempurna di kawasan Cagar Alam Maninjau, di Marambuang, Nagari (Desa) Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, beberapa hari ke depan.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ade Putra di Lubuk Basung, Senin, mengatakan bunga raflesia jenis langka ini bakal mekar sekitar satu pekan ke depan.
"Perigon bunga langka ini sudah terbuka dan perigon sudah memancarkan warna kemerahan," katanya.
Ia mengatakan hal ini kejadian langka karena dua individu bunga itu bakal mekar secara bersamaan dengan jarak hanya sekitar satu meter.
Bagi pengunjung yang ingin melihat secara langsung, katanya, disilakan terlebih dahulu mengurus Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi) ke BKSDA Sumbar di Padang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pengunjung ingin melihat silakan urus Simaksi, karena lokasi tumbuhnya bunga Rafflesia tuan-mudae merupakan kawasan Cagar Alam Maninjau. Jarak tempuh perjalanan hanya 15-20 menit dari pemukiman terdekat warga,," katanya.
Ia mengatakan bunga langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pertama kali ditemukan pada 2017 saat warga sekitar sedang mencari sumber air Pamsimas.
Setelah mendapat laporan itu, petugas BKSDA Sumbar mendatangi lokasi dan melihat bahwa bunga raflesia itu jenis langka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah itu, BKSDA Sumbar memastikan bunga tersebut ke ahli raflesia dari Universitas Bengkulu, Prof Dr Agus Susatya. Ahli tersebut melakukan penelitian dan uji laboratorium.
"Prof Dr Agus Susatya menyimpulkan bukan jenis arnoldii, tetapi tuan-mudae," katanya.
Pada awal 2020, bunga Rafflesia tuan-mudae itu mekar terbesar di dunia dengan diameter 111 centimeter.
"Mekarnya bunga tersebut dipublikasikan oleh media di 32 negara," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!