Oro-oro Kesongo, Fenomena Gunung Lumpur di Zona Perbukitan Kapur
📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Sebagian Blora berada di Zona Rembang atau wilayah perbukitan kapur. Di tempat ini banyak munculnya gunung lumpur akibat terjadinya cekungan sedimentasi salah satu adalah Oro-oro Kesongo.
Di Zona Rembang di Kabupaten Grobogan terdapat gunung lumpur Bledug Kuwu dan Bledug Cangkring yang terkenal. Sementara Kabupaten Blora fenomena alam serupa juga ada dengan nama Oro-oro Kesongo yang saat ini disebut dengan Kawasan Geowisata Kesongo.
Oro-oro Kesongo yang berada di Desa Gabusan, Kecamatan Jati. Tempat ini berupa area terbuka yang luas membentuk lingkaran. Pada sisi dalamnya berupa pemandangan tanah kering yang tadinya adalah lumpur. Pada titik tertentu terdapat kerucut lumpur (grifon) yang tidak aktif.
Pada bagian lain terdapat genangan lumpur (salsa) dalam kondisi basah. Salsa ini selalu berpindah-pindah. Penelitian Salahuddin Husein PhD, dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik(FT) Universitas Gadjah Mada (UGM), menyebutkan pada 2013 salsa berada di sisi barat, sedangkan pada 2016 berpindah di sisi selatan dari aliran lumpur.
Pada bagian sekitarnya dengan posisi agak rendah dan sangat luas ditumbuhi dengan rerumputan dan tanaman semak juga beberapa pohon pisang. Lokasi ini menjadi tempat menggembala, bertani, dan berladang, dan menambang garam bagi masyarakat setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oro-oro Kesongo yang berada di petak 141 RPH Padas BKPH Trembes Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Blora, menjadi tujuan wisatawan edukasi. Secara administratif wilayahnya berada di Desa Gabusan, Kecamatan Jati. Lokasi Oro-oro Kesongo berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat kota Blora melewati Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Jati.
Lokasinya berjarak sekitar 11 kilometer arah timur-tenggara dari kawah lumpur yang lebih banyak dikenal orang yaitu Bledug Kuwu. Wilayahnya memang berada di rangkaian perbukitan yang diberi nama Zona Rembang, atau sering disebut sebagai Zona Perbukitan Kapur Utara, karena banyaknya perlapisan batu gamping/batu kapur di kawasan tersebut.
Zona Rembang ini dibagi dua yaitu Perbukitan Rembang Utara dan Perbukitan Rembang Selatan, dan permukaan keduanya dipisahkan oleh lembah Sungai Lusi. Sedangkan di bawah permukaan keduanya dibangun oleh beberapa patahan anjak yang mengangkat perlapisan batuan lebih tinggi daripada sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Padang rumput pada zona depresi yang luas ini disebut oro-oro oleh masyarakat setempat. Tempat terbuka yang luas merupakan bagian depresi yang terjadi karena kekosongan pada rongga di bawahnya akibat terjadinya letupan lumpur yang keluar.
Selain menciptakan gunung lumpur juga berdampak pada penurunan (ambles) permukaan tanah di sekitarnya. Tanah yang ambles ini membentuk depresi melingkar (depresi kaldera). Semakin besar volume lumpur yang keluar, semakin besar pula area amblesannya.
Dampaknya tanah di sekitar gunung menjadi amblasan yang menghasilkan pada rumput yang luas di sekitarnya. Sedangkan zona genangan lumpurnya saja mencapai 104 hektare dengan kawah seluas 3,29 hektare.
Berbeda dari Bledug Kuwu yang selalu melepaskan gas terus-menerus, kawah Kesongo melepaskan gas dalam bentuk erupsi lumpur cair yang terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi. Namun demikian kadang erupsinya bisa cukup besar dengan tinggi mencapai 20 meter lebih.
Letupan terbesar Bledug Kuwu yang dinamai Joko Tuwo sesuai mitos misalnya meletup secara periodik sekira 15 detik sekali dengan bunyi bledug seperti namanya kini. Lemparan lumpur sekira 5-10 meter ke udara dan jatuh ke tanah sekitar 10 meter.
Letupan terkecil disebut Roro Denok di Bledug Kuwu, bunyinya lebih lemah. Kapasitas lemparan ke udara hanya 1-2 meter ke udara. Letusan kecil mencapai 10 kali lebih per menit, sedangkan letusan Joko Tuwo 4-5 kali per menit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!