Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Nilai Ekspor Nusa Tenggara Barat Turun 99,64 Persen di Juni 2024

📅 Senin, 15 Jul 2024, 16:05 WIB | Oleh:
Nilai Ekspor Nusa Tenggara Barat Turun 99,64 Persen di Juni 2024 Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Kepala BPS Nusa Tenggara Barat Wahyudin (kiri) memaparkan data nilai ekspor-impor Nusa Tenggara Barat di Mataram, Senin (15/7).

MATARAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor dalam neraca dagang Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan sebesar 99,64 persen pada Juni 2024 bila dibandingkan data bulan Mei 2024.

"Secara total penurunan ekspor hampir 100 persen karena komoditas nontambang hanya (menyumbang) sekitar 1 persen kalau ada ekspor tambang," kata Kepala BPS Nusa Tenggara Barat Wahyudin di Mataram, NTB, Senin.

Izin ekspor tambang mineral dari Nusa Tenggara Barat berakhir pada 31 Mei 2024 dan belum ada kejelasan kapan izin itu kembali diberikan oleh pemerintah pusat. Hal itu yang membuat ekspor tambang menyentuh angka nol dalam neraca dagang pada Juni 2024.

Fasilitas pengolahan hasil tambang atausmelteryang dibangun oleh PT Amman Mineral Industri di Sumbawa Barat sampai kini belum beroperasi.

Wahyudin menuturkan ekspor Nusa Tenggara Barat bulan ini sepenuhnya ditopang oleh komoditas nontambang dengan nilai 1,81 juta dolar AS.

"Kami berharap ekspor nontambang secara terus menerus bisa meningkat karena itu menyangkut masyarakat Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

Ekspor komoditas nontambang tersebut adalah komoditas ikan dan udang sekitar 57,63 persen dari total ekspor atau senilai 1,05 juta dolar AS. Kemudian, perhiasan dan permata sekitar 25,86 persen atau sekitar 470 ribu dolar AS.

Selanjutnya nilai ekspor batu kapur sebanyak 9,87 persen atau sekitar 179.197 dolar AS, ekspor daging dan ikan olahan sebesar 4,60 persen atau sekitar 83.512 dolar AS, ekspor mesin dan peralatan listrik sebanyak 1,55 persen atau sekitar 28.125 dolar AS, dan ekspor biji-bijian berminyak sebesar 0,48 persen atau sekitar 8.682 dolar AS.

Negara tujuan ekspor paling besar adalah Amerika Serikat dengan nilai 1,11 juta dolar AS atau setara 61,34 persen, Hongkong sebanyak 308.902 dolar AS atau setara 17,01 persen, dan China sebesar 193.948 dolar AS atau sekitar 10,68 persen.

"Ekspor non tambang mengalami penurunan. Pada Mei 2024, nilai ekspor bisa mencapai 5,55 juta dolar AS dan sekarang hanya 1,81 juta dolar AS atau terjadi penurunan 67,28 persen," kata Wahyudin.

"Kami berharap kepada organisasi perangkat daerah yang menangani terutama perikanan dan tambang batu apung (untuk meningkatkan ekspor)," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.