Ngobrol Santai soal AI & Literasi Digital: Tanoker Ajak Masyarakat Melek Teknologi
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 17:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Komunitas Tanoker dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mengajak lintas generasi, baik anak-anak hingga warga lanjut usia (lansia), untuk memperkuat literasi digital agar masyarakat lebih bijak dan kritis dalam menggunakan teknologi digital di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Kami menyelenggarakan digital talk dalam bentuk diskusi santai namun mendalam, mencakup topik literasi digital, media sosial, serta ngobrol bareng tentang AI (Akal Imitasi) agar masyarakat tidak tertinggal dalam memahami perkembangan teknologi," kata pendiri Tanoker, Farha Ciciek, dalam keterangan di Jember, Minggu.
Dia mengharapkan kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama yang ramah, inklusif, dan menyenangkan bagi anak anak, remaja, para ibu bapak, kakek nenek dan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang literasi digital, mengajak anak-anak, remaja, dan orang dewasa agar bijak menggunakan media sosial, serta memberikan ruang diskusi yang asik, edukatif, dan inspiratif terkait dengan dunia digital.
Selain itu, mengajak ibu-ibu dan lansia untuk mengobrol santai tentang AI, mengenalkan manfaat serta risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, serta mendukung upaya bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan aman.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kegiatan itu menjadi pembuka ruang belajar lintas generasi, dipelajari oleh anak, remaja, dewasa, ibu bapak, kakek nenek untuk belajar sama sama memperkuat literasi digital," katanya.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 22-23 November 2025 itu, mengangkat perhatian tentang perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, bersama dengan hadirnya AI yang banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, dari pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga aktivitas sehari-hari, yang menawarkan banyak kemudahan, namun juga membawa tantangan.
"Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi ini, masyarakat dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia perlu dibekali dengan literasi digital dan pemahaman bijak dalam menggunakan AI karena tanpa pemahaman yang tepat, kemudahan teknologi itu justru bisa menimbulkan kerugian," ujarnya.
Dalam sesi Literasi Digital Anak dipandu bersama Inayah Sri Wardhani dengan 50 anak dan remaja di wilayah Jember, dilanjutkan Sarasehan Digital bersama Dimas Fadhilah A.S (AI), Laurensius Raka Y (Cek Fakta) dan Rovien Aryunia (Etika Digital) dengan 25 pemuda Komunitas Muda Tanoker Ledokombo;
Untuk kelas Bersama Lansia bersama Rovien Aryunia (Etika Digital), Dimas Fadhilah A.S (AI) dan Laurensius Raka Y (Cek Fakta) dengan 50 orang ibu dan lansia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!