Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mudik Gratis Jakarta 2026: Peserta Tembus 33 Ribu Orang, Naik Drastis 34 Persen

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 12:05 WIB | Oleh:
Mudik Gratis Jakarta 2026: Peserta Tembus 33 Ribu Orang, Naik Drastis 34 Persen Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberangkatkan sebanyak 33.902 peserta dalam Program Mudik Gratis 2026 dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pemberangkatan dilakukan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno pada Selasa.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberangkatkan sebanyak 33.902 peserta dalam Program Mudik Gratis 2026 dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pemberangkatan dilakukan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno pada Selasa.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan layanan transportasi mudik yang aman, nyaman, dan tanpa biaya bagi masyarakat. Antusiasme warga terhadap program ini terlihat dari peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Pramono menyampaikan bahwa jumlah peserta mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi yang aman dan terjangkau.

"Jumlah peserta mudik gratis tahun ini mencapai lebih dari 33 ribu orang dan meningkat sekitar 34 persen dibandingkan tahun lalu," kata Pramono Anung.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 744 unit bus. Armada tersebut digunakan untuk melayani arus mudik dan balik dengan kapasitas lebih dari 35 ribu penumpang.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan layanan pengangkutan sepeda motor bagi pemudik. Fasilitas ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan roda dua.

Program Mudik Gratis 2026 melayani perjalanan ke 20 kota dan kabupaten di enam provinsi. Wilayah tujuan tersebut meliputi Lampung, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pramono menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini. Seluruh armada yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check.

"Keselamatan pemudik merupakan prioritas utama dalam program ini. Dengan berbagai persiapan tersebut, kami berharap pelaksanaan mudik tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai harapan," ujar Pramono.

Selain memastikan kesiapan armada, pemerintah juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pengemudi. Para sopir dipastikan dalam keadaan sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sebelum diberangkatkan.

Program ini turut didukung berbagai pihak melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Dukungan tersebut datang dari sejumlah BUMD seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Kolaborasi tersebut memungkinkan adanya penambahan kuota peserta seiring meningkatnya minat masyarakat. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan jumlah peserta tahun ini.

Terkait arus balik, Pemprov DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang pasca-Lebaran tahun 2026 akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Perkiraan tersebut berada pada kisaran 10.000 hingga 12.000 orang.

"Jumlah pendatang pasca-Lebaran diperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang," kata Pramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.