Motif Merampok Dana Parkir di Bank Melatari Pembunuhan Kacab BRI
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 00:56 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Informasi banyaknya dana parkir di Bank BRI menjadi latar belakang penculikan dan pembunuhan kepala cabang BRI. Rekening-rekening “mati” atau dormant membuat dana hanya parkir di bank. Ini berarti rekening-rekening dormant tersebut tidak pernah ada transaksi baik debet maupun kredit dalam waktu lama. Berarti kalau diambil, tidak akan diketahui pemilik bank. Namun, ini harus ada kerja sama dengan orang dalam. Maka diculiklah kepala cabang Bank BRI tersebut.
Polda Metro Jaya menyebutkan motif para tersangka kasus penculikan yang berujung kematian kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat berinisial MIP (37) adalah keinginan untuk memindahkan uang dari rekening pasif (dormant) ke rekening lain yang telah mereka siapkan.
"Motif dari mereka yaitu para pelaku atau tersangka berencana untuk melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening yang telah dipersiapkan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa. Kemudian, salah satu tersangka, yakni C alias Ken yang memiliki data rekening pasif di sejumlah bank, menghubungi tersangka motivator Dwi Hartono (DH) untuk menyiasati pemindahan dana dari rekening itu.
Tersangka C pun telah menyiapkan tim IT untuk mengurus pemindahan dana tersebut. Namun demikian, pemindahan dana dari rekening pasif itu membutuhkan otoritas sekelas KCP bank. "Sehingga pelaku atas nama C, mengajak DH unjuk mencari kepala cabang atau cabang pembantu yang bisa diajak bekerja sama dalam rangka pemindahan uang tersebut dari rekening pasif ke rekening yang sudah disiapkan atau rekening penampungan," kata Wira.
Wira tak bersedia merinci berapa total nilai uang pada rekening pasif yang hendak dipindahkan oleh para tersangka ke rekening lain yang telah dipersiapkan. Sebelumnya, Polisi telah meringkus sebanyak 15 orang terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang (kacab) sebuah bank di Jakarta. Selain itu, seorang oknum TNI berinisial Kopda FH juga telah ditangkap oleh Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).
Sebaiknya Anda baca juga:
Korban MIP ditemukan tewas di semak-semak di Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Kamis (21/8) dengan kondisi wajah, kaki dan tangan terlilit lakban hitam. Sebelumnya, korban diculik di parkiran Supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8).
Harapan Keluarga
Sementara itu, keluarga korban MIP (37) mendesak kepolisian untuk cepat mengungkap motif penculikan dan pembunuhan MIP. Kalau sudah tahu motif, keluarga segeramenetukan langkah dan advokasi. Pengacara keluarga MIP, Boyamin Saiman, menyatakan pengungkapan motif kasus oleh Polda Metro Jaya dapat membantu keluarga memikirkan langkah selanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keluarga dalam waktu dekat berencana minta keterangan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Pomdam Jaya terkait kasus ini. Menurutnya, keluarga belum dimintai keterangan karena masih berduka. “Mungkin pekan depan,”ucap Boyamin. Sebelumnya, kepolisian telah meringkus sebanyak 15 orang terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang (kacab) sebuah bank di Jakarta.
Empat aktor utama penculikan dan pembunuhan kepala cabang (kacab) sebuah bank di Jakarta berinisial MIP yang jasadnya ditemukan di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8) tersebut, yakni C, DH, YJ dan AA. Mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda-beda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!