Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Monyet Penerima Cangkok Ginjal Babi Bisa Bertahan Hidup Lebih Lama

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Monyet Penerima Cangkok Ginjal Babi Bisa Bertahan Hidup Lebih Lama Doc: AFP/ CHAIDEER MAHYUDDIN

Harapan baru bagi penderita kegagalan organ untuk mendapatkan transplantasi semakin cerah. Hasil pengujian xenotransplantasi ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik ke monyet, mampu membuatnya bertahan hidup hingga usia dua tahun.

Transplantasi organ dari satu spesies ke spesies lain atau disebut dengan xenotransplantasi diharapkan menjadi solusi bagi mereka yang mengalami kegagalan fungsi organ. Cara ini dapat mengatasi kekurangan organ dari para pendonor yang jika ada antreannya sangat panjang.

Namun tantangan dari xenotransplantasi saat ini adalah menjembatani perbedaan evolusi antara dua spesies selama jutaan tahun. Tidak heran selama beberapa dekade cangkok organ ini tidak praktis, karena organ yang ditransplantasikan mengalami penolakan tubuh penerima.

Sebuah studi baru yang diterbitkan pekan lalu di jurnalNaturemenunjukkan metrik utama xenotransplantasi. Laporan tersebut menyatakan cangkok organ itu dapat memberi kelangsungan hidup penerima organ dalam jangka panjang.

Penulis penelitian melaporkan mereka mentransplantasikan ginjal babi Yucatán hasil rekayasa genetika ke primata berupa monyetcynomolgus. Hasilnya monyet penerima organ ini dapat bertahan hidup selama rata-rata enam bulan. Dua dari 15 monyet menghasilkan hasil edit yang diinginkan, bisa hidup selama lebih dari dua tahun.

Sebelum penelitian dilakukan, xenograft (transplantasi organ/jaringan antar individu yang berbeda spesies) biasanya bertahan pada primata bukan manusia hanya selama sekitar tiga bulan atau kurang. Data baru ini dapat membantu meyakinkan regulator yaitu Food and Drug Administration (FDA) bahwa xenotransplantasi siap untuk uji klinis pada manusia.

Menurut eGenesis, perusahaan yang memimpin penelitian ini, FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS memerlukan data yang menunjukkan kelangsungan hidup xenograft pada primata bukan manusia setidaknya selama satu tahun sebelum mereka menyetujui studi klinis. Xenograft merupakan cangkok tulang (bone graft) alternatif yang diperoleh dari donor yang berbeda spesies.

"Kami tidak hanya dapat mencapai hingga satu tahun, kami juga dapat mencapai hingga dua tahun," kata CEO eGenesis, Michael Curtis. "Ini menjadi landasan untuk pergi ke klinik dengan percaya diri," imbuh dia seperti dikutip dariScientific American.

Para peneliti eGenesis bukanlah yang pertama menunjukkan tingkat kelangsungan hidup xenotransplant lebih dari satu tahun pada primata bukan manusia. Namun penelitian sebelumnya mengandalkan imunosupresan agresif untuk menjinakkan respons imun tubuh.

Dengan imunosupresan agresif atau obat anti penolakan adalah obat yang menghambat atau mencegah aktivitas sistem imun. Keberhasilannya sering kali hanya bersifat positif dibandingkan hasil yang konsisten. Dalam studi baru sepertiga monyet yang diberikan obat imunosupresan standar bisa bertahan selama satu tahun atau lebih.

"Konsistensilah yang membuat saya terkesan dalam makalah ini," kata Muhammad M Mohiuddin, seorang profesor bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, yang tidak terlibat langsung dalam penelitian ini tetapi meninjau penelitian tersebut dan menulis komentar yang menyertainya.

Ia mengatakan, xenotransplantasi telah dilakukan pada manusia di masa lalu. Mohiuddin sendiri dan rekan pada September 2023, berhasil mentransplantasikan jantung babi hasil rekayasa genetika ke seorang pria berusia 58 tahun, yang saat ini sedang dalam pengawasan di rumah sakit. Tim yang sama melakukan operasi serupa pada Januari 2022, dan penerimanya hidup selama dua bulan sebelum meninggal dunia.

Operasi semacam itu merupakan pengecualian operasi. Izin khusus dari FDA karena partisipannya adalah orang-orang yang sakit parah dan tidak memiliki pilihan lain. Lebih sulit untuk berdebat mengenai perluasan akses dari xenotransplantasi ginjal ketika dialisis atau cuci darah dilakukan sebagai upaya sementara. Namun, dialisis adalah pengalaman yang traumatis dan sulit.

"Ginjal dan jantung babi yang direkayasa secara genetis juga telah diuji pada orang-orang yang menderita kematian otak ketika keluarga mereka menyetujui percobaan tersebut. Investigasi semacam ini memungkinkan para ilmuwan untuk menilai keamanan dan kinerja prosedur dalam lingkungan yang dekat dengan tubuh manusia," kata Jayme Locke, seorang ahli bedah di Universitas Alabama di Birmingham, yang telah melakukan beberapa eksperimen ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.