Misi Artemis II Berakhir, NASA Siaga Sambut 4 Astronot di Samudra Pasifik
📅 Jumat, 10 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Misi Artemis II memasuki fase paling krusial setelah para astronot menyelesaikan perjalanan lintas Bulan yang bersejarah. Pendaratan di Samudra Pasifik pada Jumat menjadi penentu keberhasilan misi berdurasi 10 hari tersebut.
Empat astronot yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen mencatat sejarah baru dalam eksplorasi antariksa. Mereka menjadi manusia yang menjelajah lebih jauh dari Bumi dibandingkan misi berawak sebelumnya.
Kapsul dijadwalkan mendarat di lepas pantai San Diego pada pukul 17.07 waktu setempat. Setelah pendaratan, tim NASA dan militer akan mengevakuasi kru menuju kapal penyelamat untuk pemeriksaan medis.
Sepanjang misi, para astronot berhasil mengumpulkan data penting serta menghasilkan foto-foto menakjubkan dari sekitar Bulan. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Artemis II sebagai langkah penting menuju misi pendaratan manusia di Bulan di masa depan.
Namun demikian, NASA menegaskan bahwa keberhasilan misi belum dapat dipastikan hingga seluruh kru kembali dengan selamat. Fokus utama saat ini adalah keselamatan awak selama proses masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita bisa mulai merayakan ketika seluruh kru sudah aman di ruang perawatan medis kapal. Saat itulah kita benar-benar bisa membiarkan emosi menguasai diri dan mulai membicarakan tentang keberhasilan. Kita perlu memastikan kru sudah pulang dulu sebelum melakukan itu," ujar Wakil Administrator NASA Amit Kshatriya.
Tantangan terbesar dalam fase ini adalah proses re-entry yang ekstrem. Kapsul Orion akan menghadapi suhu hingga sekitar 2.760 derajat Celsius saat memasuki atmosfer dengan kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara.
Perisai panas menjadi komponen vital dalam melindungi kapsul dari suhu tersebut. Pengalaman pada misi Artemis I sebelumnya menjadi perhatian karena adanya pengikisan yang tidak terduga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengantisipasi risiko, NASA telah melakukan penyesuaian jalur masuk kembali. Berbagai pengujian dan analisis juga dilakukan guna memastikan sistem bekerja optimal.
"Kami sangat yakin dengan sistem, perisai panas, parasut, dan sistem pemulihan yang telah kami rancang. Aspek teknik, data penerbangan, serta pengujian di darat mendukung kesiapan tersebut dan besok para kru akan mempertaruhkan nyawa mereka demi kepercayaan itu" kata Kshatriya.
Di sisi lain, keluarga para astronot turut merasakan ketegangan menjelang pendaratan. Mereka akan menyaksikan momen kepulangan dari pusat kendali misi di Houston.
"Ada banyak kebahagiaan dan kegembiraan, tetapi juga sedikit kecemasan dan keinginan untuk membawanya pulang dengan selamat," ujar Catherine Hansen, istri Jeremy Hansen.
Misi ini juga mencatat sejumlah tonggak sejarah penting dalam dunia antariksa. Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang mengelilingi Bulan, sementara Christina Koch menjadi perempuan pertama yang mencapai pencapaian tersebut.
Selain itu, Jeremy Hansen menjadi warga non-Amerika pertama yang ikut serta dalam misi tersebut. Para astronot juga melaporkan pengamatan detail permukaan Bulan, gerhana matahari, hingga dampak meteorit selama perjalanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!