Menkomdigi: Lewat Teknologi Digital, Program CKG Sekolah Sasar 53 Juta Siswa Seluruh Indonesia
📅 Senin, 04 Agu 2025, 17:41 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Azmi Samsul Maarif
KABUPATEN TANGERANG - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah menyasar 53 juta pelajar secara nasional, dari Sabang hingga Merauke, tanpa ada yang tertinggal.
Kemkomdigi berperan aktif mendukung implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah 2025 melalui penyebaran informasi dan pemanfaatan teknologi digital.
“Dengan target insyaallah nanti bisa mencapai 53 juta dari Sabang sampai Merauke,” ucap dia setelah meninjau CKG Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Penaburan di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (4/8).
Ia mengatakan secara umum untuk program CKG telah menyentuh angka 16 juta penerima manfaat.
“Dan sebelumnya sudah mencapai 16 juta orang di Indonesia yang sudah melakukan CKG,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukungan Kemkomdigi dalam program itu meliputi pengembangan aplikasi terpadu untuk pendaftaran, penjadwalan, hingga pelaporan hasil pemeriksaan secara elektronik. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pendataan nasional, sekaligus meminimalisir kesalahan manual.
Sebagai upaya mendukung kesuksesan program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini, pihaknya akan mengakomodasi seluruh infrastruktur layanan komunikasi, seperti percepatan koneksi dalam mengunggah data penyelenggaraan CKG.
“Karena nanti ketika ini dilakukan secara masif, data-datanya akan luar biasa banyak, dan kemudian juga menjadi penting untuk dilakukan sistem pendataan dengan baik dan terkoneksi dengan baik,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan program CKG Sekolah tahap pertama ini digulirkan sebagai langkah dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk menuju kemandirian bangsa dan menciptakan Generasi Emas pada 2045. Skrining kesehatan mencakup pemeriksaan status gizi, tekanan darah, gula darah, anemia, kesehatan mata, gigi, telinga, hingga kebugaran jasmani—disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Menkomdigi Meutya Hafid juga menyinggung pentingnya perlindungan anak di ruang digital seiring pelaksanaan CKG. Ia mengingatkan bahwa tingginya paparan screen time pada siswa perlu diimbangi dengan pengawasan dari guru dan orang tua.
“Pemeriksaan kesehatan mata menjadi salah satu fokus karena banyak anak terpapar gadget. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital, program CKG Sekolah 2025 diharapkan tidak hanya mendeteksi masalah kesehatan siswa, tetapi juga membangun generasi muda yang tangguh di era digital. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!