Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sikap Ini Patut Ditiru, BGN Minta Maaf Terkait Insiden Keamanan Pangan di NTT

📅 Senin, 04 Agu 2025, 18:03 WIB | Oleh:
Sikap Ini Patut Ditiru, BGN Minta Maaf Terkait Insiden Keamanan Pangan di NTT Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kupang, Senin (4/8).

KUPANG - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua sejumlah murid SMP Negeri 8 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak insiden keamanan pangan dalam program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah tersebut.

“Kami mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh orang tua dari murid yang terdampak oleh keamanan pangan dalam proses makan bergizi gratis,” kata Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan di Kupang, Senin (4/8).

Dia mengatakan hal itu saat melakukan konferensi pers di SMP Negeri 8 Kota Kupang, yang pada 22 Juli 2025 terjadi ratusan anak keracunan diduga akibat konsumsi MBG.

Sebelum melakukan konferensi pers di sekolah tersebut, BGN dan BPOM Pusat serta bersama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) sudah meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelapa Lima I Kupang yang menyalurkan MBG ke sekolah tersebut.

Pihaknya juga menyampaikan prihatin atas kejadian yang menimpa sejumlah siswa dan siswi sekolah tersebut serta beberapa sekolah lainnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan kedatangannya bersama BPOM dan pihak terkait ke Kota Kupang bertujuan melihat kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam program MBG untuk keperluan perbaikan.

“Kita lakukan terlebih dahulu instrospeksi internal, kenapa sehingga ini bisa terjadi, karena dapur atau SPPG yang memberikan pelayanan tersebut sudah dilakukan sejak 17 Februari lalu,” kata dia.

Ia menegaskan BGN pada dasarnya telah membuat aturan, SPO, atau petunjuk teknis dalam pelaksanaan MBG, dengan salah satu petunjuk teknis berupa memastikan bahan pangan yang disiapkan untuk anak-anak harus baik atau segar.

Selain itu, proses pengolahan juga diperhatikan dengan baik, yakni memastikan proses pengolahan makanan di SPPG harus sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh BGN, termasuk proses distribusi.

“Jadi kita evaluasi satu demi satu, bahkan tadi sampai kita berdiskusi dengan ibu kepala sekolah terkait hal ini,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan terjadi rangkaian kasus keracunan siswa usai menyantap MBG di NTT pada 22 Juli di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kupang, sementara kasus kedua terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya sehari setelahnya.

Peristiwa keracunan pertama terjadi tak lama setelah proses belajar mengajar dimulai sekitar pukul 07.30 WITA.

Lebih dari 140 siswa mengeluhkan sakit perut, mual, dan sakit kepala usai menyantap menu MBG sehari sebelumnya.

Akibatnya, para siswa dilarikan ke unit gawat darurat tiga rumah sakit di ibu kota provinsi NTT tersebut, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lerik, RS Siloam, dan RS Mamami. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.