Menkeu Purbaya Bertemu IMF, Pastikan Indonesia Punya Bantalan Fiskal Memadai
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 09:16 WIB | Oleh: Lili LestariJAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia memiliki bantalan fiskal yang memadai saat bertemu dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva.
Dalam keterangan pers, yang diterima di Jakarta, Rabu (15/7), Purbaya menjelaskan IMF menyoroti ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, antara lain dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.
IMF mengaku tidak memiliki otoritas untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global.
Namun, lembaga internasional ini mempersiapkan dukungan dana bila ada negara yang membutuhkan bantuan.
"Tentu saja, Indonesia tidak membutuhkan (bantuan), karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp420 triliun," ujar Purbaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Bendahara Negara mengungkapkan bahwa IMF menaruh perhatian pada kemampuan Indonesia bertahan di tengah ketidakpastian global saat ini.
Purbaya pun menjelaskan Pemerintah Indonesia mengambil manuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini.
Perubahan strategi itu juga membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan yang lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dia (Kristalina Georgieva) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu," tambahnya.
Meski IMF tidak menyusun kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan global, kata Purbaya, lembaga ini akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan performa yang baik.
Dalam konteks itu, Purbaya optimistis keraguan terhadap kebijakan fiskal Indonesia sudah mereda.
Selain bertemu IMF, Purbaya juga melakukan pertemuan strategis dengan petinggi Bank Dunia serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings.
Menurutnya, berbagai lembaga global itu mengapresiasi arah strategi kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!